Gbis Nusukan Solo

Minggu, 16 Juni 2013

Terlepas dari Kepahitan dengan Orang Tua - Kesaksian



Shaloom, nama saya Wisnu Nugroho. Sebelum saya mengikut retreat kemarin pada tanggal 24-25 Mei 2013 di tawangmangu. Saya mempunyai rasa benci dengan ayah, karena sikap dan bicaranya sama anaknya yang selalu memaki-maki anaknya dan keras dengan saya, sampai-sampai saya seperti tidak pernah dianggap dirumah. Dari apa yang telah diperbuat ayah saya kepada saya, saya memiliki kepahitan dengan ayah saya.
Pada saat saya pergi ke gereja yang melihat ada pengumuman ada acara ibadah retreat yang  bertema “Bertumbuh-Berbuah-Berdampak” (Three-B), Saya tertarik untuk mengikutinya karena saya pribada ingin dekat dengan lagi dengan Tuhan Yesus kristus. Saat saya mengikuti sesi-sesi yang ada, aku semakin tahu dan mendapatkan berkat yang sangat luar biasa, yang dahulu saya tak bisa memaafkan ayah saya sendiri dan mempunyai rasa dendam dengan ayah saya sehingga hidup saya terasa sangat hancur. Sekarang, semua yang dahulu saya alami dan saya jalani (kepahitan dengan orang tua). Semua itu sudah dipatahkan oleh Tuhan Yesus Kristus dan mendapatkan jamahan / pemulihan dari Tuhan Yesus. Saya sudah bisa memaafkan Bapak saya dan saya mendoakan selalu Bapak saya supaya bisa dipulihkan.
Saya ingin tahun depan jika rencana Tuhan, ibadah retreat diadakan kembali. Supaya semua anak remaja dan pemuda bisa bertumbuh berbuah dan berdampak. Saya juga menyarankan kepada teman teman untuk ikut dalam acara retreat selanjutnya supaya teman-teman tahu sendiri betapa baiknya Tuhan itu dan mendapatkan berkat  yang luar biasa dari Tuhan Yesus.
Sekian sampai disini, maaf jika ada kesalahan kata-kata dan Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Wisnu Nugroho
Jemaat Remaja GBIS Nusukan

1 komentar:

  1. Kesaksian yang bagus sekali, memiliki pengalaman dengan Tuhan menjadi awal bertumbuh, berbuah dan berdampak pada atmosfir .
    Pemulihan hubungan dengan bapak didunia menjadi awal merasakan kuasa Kerajaan Sorga menyelimuti kehidupan. Terus mejau Wisnu...Tuhan memberkatimu selalu dan akan dipakai Tuhan memulihkan hubungan keluarga yang sakit.

    BalasHapus