Gbis Nusukan Solo

Minggu, 03 Juni 2012

Mengenal Allah dengan baik dan benar

Alkitab mengatakan  “ Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah ; karena engkaulah yang menolak pengenal itu maka Aku menolak engkau menjadi imanKu ; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan  melupakan anak-anakmu “ Hosea 4:6
Hosea  arti namanya “ Keselamatan “ ia penduduk Israel ( Ker.Utr ) bukan dari Yehuda ( Ker.Sel ) sebab setelah Salomo jatuh dalam dosa , Israel pecah menjadi dua Kerajaan , Nubuatannya lebih banyak ditujukan kepada Ker.Utara karena situasi keadaan bangsa yang bobrok rohani , moral , politik dan social , Nabi menubuatkan apa yang akan terjadi dimasa depan karena bangsa tersebut tidak mau mengenal Tuhan dengan baik , benar dan seimbang , dan  karena mengabaikan ajaran Tuhan ! Firman Tuhan ini menyadarkan kita untuk memperhatikan sungguh-sungguh perjalanan hidup kita sebagai umat Tuhan apakah selama ini berusaha membangun hubungan dengan Allah secara baik , benar dan seimbang ! atau hanya sekedar tahu dari kata orang siapakah Allah kita ? , sehingga bukan berkat tetapi kutuk atau bayang-bayang kutuk yang mengejar hidup kita dan karena mengabaikan pengenalan dan pengajaranNya akan berakibat sama seperti bangsa Israel  yaitu ;

  1. Akan ditolak Tuhan untuk menjadi imanNya , tidak diijinkan melayani/ mendekat kepada Tuhan , dan menghampiri tahta kasih karuniaNya, karena tidak diijinkan menghampiri tahta kasih karuniaNya maka mereka tidak akan mendapat rahmatNya ! ( Ibrani 4:16 )
  1. Akibat ketidak taatan bangsa Israel maka Tuhan  melupakan anak keturunan bangsa Israel,sehingga bukan berkat anak cucu yang mereka terima tetapi malapetaka yang terjadi kepada mereka , karena mengabaikan pengenalan dan ajaran Allah dengan baik dan benar !
Semua itu terjadi disebabkan karena bangsa Israel menolak pengenalan dan ajaran Tuhan dengan cara  yang  seimbang , maksudnya ;

  • Mereka tidak memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang Allah pengenalannya hanya sebatas kulitnya , maksudnya mengenal Allah sebatas Allah yang suka memenuhi permintaan manusia , dengan kata lain mereka hanya tahu bagaimana meminta atau mengatur Allah untuk memenuhi keinginannya saja ! , Demikian juga banyak anak Tuhan dewasa ini mengenal Allah  sebatas sebagai sumber berkat saja , tidak mengenal Allah sebagai Raja yang berdaulat yang mengatur hidupnya, sebaliknya mengatur Allah melalui cara ; doa yang penuh kuasa , doa puasa , kita harus tahu doa bukan hanya sebagai sarana meminta kepada Tuhan saja , atau memiliki konsep “ Menabur  “ maksudnya saat membawa korban-korban merasa Tuhan sudah berhutang kepadanya sehingga Tuhan harus membalas ,  menabur yang benar karena rasa syukur kepada Tuhan atas kasih setiaNya , dan berterimakasih kalau diberi kesempatan ikut ambil bagian dalam pekerjaan dengan Harta titipan Nya ! ( menyadari pengelola dan bukan penguasa )
  • Dalam pelayanan , memiliki konsep sudah berkorban bagi Tuhan , merasa berjasa kepada sehingga Tuhan harus membalas segala pengorbanan waktu tenaga dan uangnya , kalau tidak marah kepada Tuhan dan mengatakan sia-sia saja aku hidup saleh , seperti yang pernah dikatakan Azaf dalam Maz 73 . memang Alkitab mengatakan bahwa segala jerih lelah kita bagi Tuhan tidaklah sia-sia , walaupun begitu seharusnya memiliki pemahaman yang benar melayani Tuhan karena rasa syukur kepadaNya, semua karena anugrahNya  bukan oleh karena kuat dan gagah atau sudah berjasa kepada Tuhan !
  •  Mengenal Allah dengan baik dan benar , apabila  memiliki pemahaman bahwa  sesungguhnya Allah berdaulat atas segala sesuatu untuk mengatur alam semesta ini juga berdaulat mengatur hidup kita sesuai dengan kehendak dan rencanaNya yang sudah ditetapkan ,   ( 1 kor 6 : 19-20 / Ef 1 : 4 -5 )
Mari kita melihat akibat ketidak taatan  bangsa Israel untuk mengenal Allah  , dengan baik dan benar juga secara seimbang anak keturunannya kena akibat kita bisa melihat hal ini melalui peristiwa yang tertulis dalam  Matius   2 : 1 – 18 ;
 Melalui pembacaan dalam Matius pasal 2 ini kita melihat Herodes yang takut kekuasaannya direbut oleh Raja yang akan lahir , seperti  yang dikatakan oleh orang-orang  Majus  , membuat Herodes memutuskan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berusia dibawah umur 2 tahun. banyak orang tua yang kehilangan anaknya disaat itu tentu bertanya dimanakah Allah saat-saat seperti itu ? apakah IA tahu pada saat pasukan Herodes melaksanakan perintah untuk membunuh anak-anak ? ( Sesungguhnya IA tahu ! ) , bahkan sudah memberitahukan hal itu ratusan tahun sebelumnya melalui nubuatan Nabi Yermia ( 31 : 15 )yang ditulis lagi dalam Matius 2:18 , IA bukan hanya tahu , tetapi sesungguhnya kalau IA mau sanggup  menolong anak-anak itu dari pembunuhan Herodes , dalam Matius pasal 2 ini telah mencatat dua kali IA menunjukkan kemampuanNya, untuk menolong Umat-Nya atau memberitahukan segala sesuatu yang akan terjadi ,
 Pertama ; Tuhan memberi tahu kepada orang-orang Majus melalui mimpi agar tidak kembali lagi kepada   Herodes , dan pulang melalui jalan lain  . ( Mat 2: 11-12 )
kedua ; Ia mengutus Malaikat untuk memberitahu Yusuf agar menyelamatkan keluarganya dari pembunuhan Herodes . ( Mat 2 : 13-18 )

Kalau mau sebenarnya Allah juga bisa memberi mimpi kepada para orang tua anak-anak  disaat yang sama , bahkan ada cara lain yang lebih praktis IA  mengutus satu  Malaikat  untuk memusnahkan Herodes dengan seluruh pasukannya, ingat ketika Raja Hizkia dikepung  Asyur hanya dengan satu Malaikat Tuhan membunuh 185.000 tentara Asyur  . ( 2 Raja-raja 19 : 35 )

Jadi sebetulnya sangat mudah bagi Allah untuk mencegah pembunuhan anak-anak pada waktu itu , tetapi mengapa itu tidak dilakukanNya ? demikian juga pemusnahan 6 juta bangsa Yahudi secara brutal oleh Hitler , ( Holocaust )membuat bangsa ini bergumul dan bertanya-tanya, “ dimanakah Allah saat umatNya menderita ?”
Tentunya bangsa Israel pada waktu itu merasa kecewa yang mendalam terhadap Tuhan karena IA tidak bertindak pada saat yang paling dibutuhkan , mereka tentu bertanya-tanya ? bagaimana mungkin IA cuma berdiam menyaksikan penderitaan umat pilihanNya ?

Peristiwa yang tertulis dalam Alkitab dan kejadian  pembantaian bangsa Israel dijaman Hitler memberi gambaran kepada kita , betapa pentingnya untuk mengenal Allah dengan baik dan benar jangan hanya berpikir Allah maha hadir , Allah maha tahu , Allah maha kuasa , Allah maha kasih dstnya , tetapi mengenal hanya dari sisi untuk memuaskan hati manusia saja , sehingga peristiwa seperti diatas membuat kita bertanya-tanya bahkan mungkin ada diantara kita yang pernah mengalami kasus seperti itu sudah berseru dan menjerit sudah menggunakan metode-metode yang diketahuinya agar Allah menunjukkan kehadiranNya , KekuasaanNya dan kasihNya , ternyata apa yang diharapkan tidak kunjung tiba sehingga kita jadi bertanya –tanya sesungguhnya Allah itu maha tahu ndak sih ?  kita harus tahu Allah bukan pendendam tetapi menggenapi apa yang difirmankanNya , bagi bangsa Israel yang tidak taat dan mengenalNya dengan baik dan benar ! ( hukum tabur tuai  Im 26:18,28 )

 C.S Lewis seorang hamba Tuhan  imannya hampir runtuh dalam keputus asaan dirundung kesedihan atas kematian istrinya setelah berdoa mati-matian sekian waktu lamanya , Tuhan tetap tidak menjawab doanya , maka C.S.Lewis berkata ;

“ Temuilah Allah saat engkau sangat membutuhkan , ketika semua pertolongan yang lain sia-sia , dan apa yang akan engkau temukan ? Pintu yang dibanting tepat didepan mukamu , dan suara grendel pintu yang dikancing dua kali setelah itu sunyi senyap…” Inilah ungkapan kekecewaan seorang hamba Tuhan yang marah kepada Allah karena tidak mau menjawab doanya ! ( tetapi setelah sadar tidak lagi memiliki pandangan seperti  ) ,dan banyak ungkapan lain sebagai wujud  kekecewaan umat pilihan yang doanya tidak dijawab Tuhan .

Untuk membuka wawasan lebih luas , kita harus tahu Allah itu sesungguhnya “ Berdaulat “ dan  mempunyai kehendak  dibalik semua peristiwa yang terjadi dibumi ini bahkan dialam semesta ini ! jadi  ketika kesusahan menghadang , yang kita butuhkan bukanlah mencoba membangun sosok Allah yang cocok dengan pikiran kita untuk dijadikan tumpuan iman, sebaliknya kita menyesuaikan respon kepada apa yang menjadi kehendak Allah bagi hidup kita , untuk itu  kita harus memiliki  sikap yang sesuai dengan kehendak Allah yaitu :

  1. Bersandar atau percaya kepada kebaikanNya . artinya saat persoalan datang menimpa kehidupan , kita akan menjawab  aku percaya Allah maha tahu apa yang kualami, aku percaya Allah berkuasa  menolong , memberi jalan keluar ! , tetapi seandainya IA tidak mau melakukanNya , aku tetap percaya kepadaNya , sebab  Allah pasti punya rencana yang berbeda dengan jalan pikiranku! aku tetap dikasihiNya atau sudah dilupakan Nya , sikap seperti ini yang diwujudkan oleh 3 pemuda Yahudi saat menghadapi pilihan mau menyembah patung  Nebukadnezar atau menolak dengan resiko mati di masukkan dalam tungku perapian yang membara , dan 3 orang pemuda ini memilih menolak untuk menyembah patung dan terungkaplah kepercayaannya kepada Tuhan yang luar biasa , dengan mengatakan meskipun Tuhan tidak menolongku aku tetap percaya IA Allah yang baik dan mengasihiku ! ( Dan . 3 )

Ada pengalaman seorang hamba Tuhan yang punya anak usia 4 tahun suatu hari anaknya difonis kena D.B , Dokter menganjurkan untuk terus mengontrol trombosit dalam darah anaknya setiap hari dengan mengambil darahnya , saat pertama kali diambil darahnya tidak terjadi masalah yang berarti anak itu masih bertanya-tanya dalam hatinya saat tangannya diikat , tetapi saat jarum suntik ditusukkan dilengannya anak itu mulai menjerit , hari kedua anak itu tidak mau turun dari mobil dengan menangis  terpaksa hamba Tuhan ini dengan hati teriris mengendong anaknya turun dengan paksa , demikian juga saat lengannya diikat untuk diambil darahnya anak itu menjerit sambil memandang muka ayahnya yang memegang tubuhnya dengan erat agar ia tidak meronta-ronta , pandangan mata anak itu kepadanya seperti  bertanya mengapa engkau mengijinkan aku menderita ayah ?

Kalau kita merenungkan peristiwa itu bisakah ayahnya menyelamatkan anaknya dari jarum suntik ? jelas sangat bisa , tetapi hamba Tuhan itu tahu apa manfaat dari pengambilan darah anaknya sehingga ia memutuskan untuk tetap mengambil darah anaknya demi kesehatannya !  seandainya  anaknya tahu mengapa harus diambil darahnya , pastilah pandangan matanya kepada ayahnya tidak seperti yang diingat hamba Tuhan tersebut seolah-olah menyesali dan benci kepadanya  .

Inilah yang sering terjadi dalam kehidupan ini , kita tidak tahu akan jalan rencana Tuhan bagi kehidupan kita mengapa doa kita tidak dijawab Tuhan , disinilah pentingnya kita mengenal Allah kita dengan baik dan benar !

  1. Takluk kepada kedaulatan-Nya , kalau kita perhatikan diawal injil Matius kita diberitahu bagaimana bayi Yesus diselamatkan dari ancaman akan dibunuh Herodes , tidaklah demikian diakhir injil saat IA harus menghadapi salib , dan Allah Bapa tidak menurunkan-Nya dari salib, dari kisah ini kita bisa mengerti adakalanya Tuhan melakukan pertolongan kepada kita secara ajaib dan mentakjubkan bahkan tanpa kita minta , juga tanpa didahului dengan berdoa , tetapi dilain kesempatan sekalipun sudah berteriak – teriak , berdoa memohon pertolonganNya , Tuhan tetap berdiam tidak menjawab doa kita , kita harus tahu Tuhan punya rencana dan berdaulat dalam hidup kita yang sudah dibeli dengan darahNya , yang perlu kita tahu Allah  tetap mengasihi dan setia kepada janji-janjiNya !

Memiliki pemahaman seperti ini membuat kita  bisa mengucap syukur kepada Tuhan , karena tahu sesungguhnya IA berdaulat atas hidup kita dan membuat kita tidak lagi berdoa “ Mengapa “ tetapi kita  berkata “ Walaupun “ kepada Allah yang berdaulat atas hidup kita  seperti pengalaman nabi Habakuk ! ( Hab 3 : 17-19 )


Oleh sebab itu dalam perjalanan hidup kita sebagai umat pilihanNya ;

  • Mari kita lebih sungguh-sungguh membangun hubungan dengan Allah dan mentaati ajaran Tuhan sehingga memiliki konsep pikiran yang baik , benar dan juga seimbang , Tidak hanya melihat Tuhan baik kalau menuruti segala keinginan kita saja , tapi tahu Tuhan tetap baik didalam kehidupan kita walau  melewati kesengsaraan dan pencobaan yang pahit .
  • Sekarang kita tahu lewati pengalaman perjalanan kehidupan bangsa Israel salah satu sebab berkat anak cucu tidak sampai ,  karena mengabaikan pengenalan kepada Tuhan secara baik dan karena belum membereskan masa lalu dengan serius masih mengulang dosa  terus menerus ! (  Im 26 : 18 , 28 / 2 Raja-Raja 23 : 26-27 )
Melalui pemahaman ini saya percaya kita bisa melewati hari-hari dalam kehidupan ini dengan rasa syukur dan tidak dengan hati yang pahit atau marah kepada Tuhan ! dan menyadari betapa pentingnya membangun hubungan dengan Tuhan lebih sungguh-sungguh sehingga mengenalNya secara baik ,  benar dan seimbang !  -  Amin -

Jumat, 01 Juni 2012

Konsep pikiran menentukan perubahan

Roma 12 : 2 mengatakan “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat menbedakan ( mengetahui ) manakah kehendak Allah ; apa yang baik , yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna “  Firman Tuhan ini mengajarkan  kepada kita setelah diselamatkan oleh anugrahNya , seharusnya ada pembaharuan  disemua area kehidupan sehingga bisa mengetahui :   
  • Kehendak Tuhan yang baik dalam area kehidupan keluarga ,  area  beribadah kepada Tuhan ,  bagaimana melayani Tuhan maupun melayani pekerjaan Tuhan , apakah sudah baik menurut standart Tuhan belum , yaitu ikut berfungsi sebagai bagian Tubuh Kristus , bukan menjadi penonton atau  tukang mengkritik saja  ?
  • Setelah hidup dalam kehendak Tuhan yang baik harus melangkah lebih lagi atau meningkatkan hidup dalam kehendak Tuhan yang berkenan ,contoh  dalam  keluarga  walau hidup benar dan posisi tidak salah tetapi menderita tekanan batin akibat ulah pasangannya ,  bisa menerima semua itu dengan hati bersyukur dan tetap melakukan bagiannya tanpa ada maksud untuk membalas dendam sesuai dengan Firman Tuhan dalam ( Kol 3 : 23-25 ) kalau bisa menerima dengan rasa syukur berarti kita sudah masuk dalam area hidup berkenan dihadapan Tuhan dalam pelayanan tidak puas diri dalam kemampuan lahiriah saja, tetapi meningkatkan kualitas , agar urapan Tuhan makin nyata karena hidup dalam kebenaran ! ( Rom 10:1-3 .)  
  • Dan setelah kita hidup dalam kehendak Tuhan yang baik , meningkat yang berkenan barulah kita bisa tahu kehendak Tuhan yang Sempurna , seperti yang Tuhan rencanakan sejak semula dalam pangilanNya , Semua itu  dimulai dari perubahan konsep berpikir tentang kehidupan didalam Tuhan ini sebetulnya seperti apa dan bagaimana  menjalaninya

Pembaharuan kehidupan dimulai dari cara berpikir / paradigmanya bukanlah suatu hal yang mudah  perlu waktu serta kerja keras , atau Tuhan tidak menyulap hidup kita dalam sekejab sehingga secara otomatis kita bisa memiliki cara berpikir dan kehidupan baru yang sempurna seperti yang Tuhan kehendaki, Tuhan menyediakan sarananya untuk menjalani hidup dalam kehendakNya , yaitu  Roh Kudus !  ( Yoh 16:13 )

Pola Tuhan membawa kita dalam rencanaNya ,  dengan memberitahu  melalui kebenaran Firman yang tertulis dalam Alkitab , seperti yang dikatakan dalam Matius 7 : 13-14 “ Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan , dan sedikit orang yang mendapatnya “ Firman ini menjelaskan Tuhan hanya memberikan pilihan – pilihan sedang keputusan ada ditangan kita mau menghidupi dijalan yang sesak  atau sebaliknya memilih jalan lebar yang menuju kebinasaan ( hidup menurut kemauannya sendiri ) ?!
Pentingnya memiliki pola pikir Tuhan adalah untuk menghindari pola pikir diri sendiri yang dikatakan Tuhan sebagai pola pikir iblis karena bertentangan dengan kehendak  Allah , mari kita belajar melalui dialog antara Tuhan Yesus dengan Petrus dalam ;

Matius 16 : 21-23  .
Dari dialog ini kita bisa melihat beberapa hal yaitu :

  1. Tuhan Yesus mengatakan bahwa dirinya harus menuju Yerusalem untuk menanggung banyak  penderitaan , lalu dibunuh dan kemudian dibangkitkan pada hari ketiga .
  1. Tetapi Petrus menarik Tuhan Yesus kesamping dan menegor Dia , katanya Tuhan kiranya Allah menjauhkan hal itu, apakah Petrus salah mencegah Tuhan Yesus yang dikasihi dan dihormatinya mengalami penderitaan dan aniaya seperti yang diucapkan Tuhan Yesus ? kalau menurut pikiran manusia hal ini wajar bukan ?  tetapi menurut pikiran Tuhan Yesus maksud dan tujuan Petrus justru dikatakan pikiran iblis !
  1. Kalau kita perhatikan , bukankah baru saja Petrus diberi hikmat untuk menyatakan tentang keberadaan diri Tuhan Yesus ketika ia berkata ; “ Engkau adalah Mesias , anak Allah yang hidup  ”( Mat 16:16 )masakan Petrus dikatakan iblis ?
  1. Bisa juga  Petrus hanya melihat dari sudut pandangannya sebagai manusia yang tidak lepas dari egoismenya , mungkin dia berpikir kalau Tuhanku mati duluan lalu kapan bisa jadi menteri , sebab pada umumnya murid-murid pada waktu itu punya ambisi untuk dapat kedudukan saat Tuhan Yesus jadi Raja ! ( Mat 20 : 20-28 )  apakah kita juga punya konsep hidup ini tidak mau mengalami  Proses hidup seperti Petrus ini ?

Pola pikir Petrus adalah pola pikir manusiawi yang kecenderungannya tidak mau menderita , kalau bisa hidup ini jangan ada pencobaan dan penderitaan , sedang untuk menggenapi kehendak dan rencana Allah tidak ada jalan lain , harus melalui jalan salib ! ( Mat 16:24 )
Dari dialog ini kita tahu kalau masih menggunakan pola pikir duniawi  ini , Tuhan menyamakan dengan pola pikir iblis , karena bertentangan dengan kehendak rencana Allah ! Jadi betapa pentingnya kita memiliki pikiran Kristus , sehingga perjalanan hidup kita tidak menjadi batu sandungan bagi rencana dan kehendak Tuhan yang sejak semula direncanakan melalui kehidupan kita  untuk masa depan yang penuh harapan , perubahan pikiran dari duniawi menjadi surgawi suatu keharusan bagi kita yang tidak bisa ditawar lagi !
Betapa berbahayanya kalau masih menggunakan pola pikir manusiawi sampai perkataan yang disampaikan Tuhan secara langsung  berani ditentang , Kisah  10 : 9 -16.Suatu hari Petrus dalam rohnya melihat binatang haram turun dari langit , kemudian Tuhan berkata kepada Petrus untuk memakannya sampai tiga kali  ini merupakan gambaran :
  1. Petrus bersikukuh kepada pola pikirnya sendiri dengan pengetahuannya yang terbatas bahwa binatang haram tidak boleh dimakan sesuai dengan hukum taurat yang diajarkan kepadanya sejak kecil , karena  mempertahankan konsepnya  ini  Petrus berani menentang dan tidak mau mengikuti perintah dari Tuhan ! sedang tujuan Tuhan adalah hanya memberikan gambaran bagi Petrus agar jangan menganggap orang dunia /  kafir ( haram )sebab Tuhan Yesus datang kedunia untuk menyelamatkan semua manusia !
  1. Kadang kita juga demikian bersikukuh akan paham yang kita miliki berdasarkan ajaran dimasa lalu , baik itu nasehat – nasehat orang tua , ajaran hamba Tuhan yang tidak pas dengan kebenaran Firman Tuhan , kita tetap bersikukuh sehingga tanpa kita sadari menolak kebenaran yang sejati dari Tuhan , seperti beberapa contoh ini :
  • Jangan dijawab syalom kalau ada seseorang memberi salam , kita disuruh menjawab amin saja ! ( seharusnya kan saling memberkati satu dengan yang lain dengan Damai sejahtera , bukan hanya mau menerima berkat saja ) Salam satu dengan yang lain  dengan kalimat Maranatha untuk mengingatkan kepada kita Tuhan segera datang !
  • Mensakralkan tanggal 25 Desember sebagai tanggal hari kelahiran Yesus Kristus , sehingga kalau merayakan hari Natal harus pas tanggal 25 Desember !
  • Ibadah ( menyembah Tuhan ) harus hari sabtu karena merupakan hari sabat menurut penanggalan Yahudi , sedang pengertian sabat itu sendiri berbicara hari perhentian dari segala usaha , upaya , kerja keras manusia , dalam menyembah Tuhan  tetapi hanya hidup didalam Yesus serta kebenaran yang diajarkan yang membuat penyembahan kepada Allah berkenan ! ( Ibrani 4 : 10 )
  • Ajaran hanya pada satu topic , beberapa tahun yang lalu gencar orang belajar ajaran tentang “ Kabar mempelai “ semua ayat diterjemahkan kesatu topic itu, ajaran “ Hidup dalam kelimpahan “ semua ayat diterjemahkan kesatu topic itu ! dllnya .
  1. Atau juga pola pikir kita yang sudah terpola kepada satu hal seperti sudah terbiasa dengan kondisi dan kebiasaan tertentu membuat kita tidak siap menerima keadaan yang ekstrim / luar biasa seperti contoh  ada dua orang yang mengalami P.H.K yaitu  :
  • Yang satu  menjadi panik, dunia seperti kiamat , bingung harus berbuat apa , memang ia berpikir harus kerja ,tetapi bingung mau kerja apa ? sebab hati dan pikirannya  diliputi kebimbangan dan keragu-raguan .
  • Yang lain kaget juga  kena P.H.K tetapi tidak sebingung yang satu , karena orang ini sudah biasa hidup tidak bergantung akan hasil dari perusahaannya, karena sudah biasa  berwiraswata .( mencari usaha / penghasilan sampingan )
Sekarang kita melihat kebenaran , mengapa kita mengalami proses hidup terus menerus sehingga belum mengalami pemulihan dalam kehidupan kita ,  penyebabnya  adalah konsep berpikir yang belum mengalami perubahan kita melihat melalui pembacaan dalam ,

 Matius  9 : 17 . melalui pembacaan ini  kita bisa melihat :

  1. Kantong lama berbicara tentang kantong yang sudah tercemar ragi , sehingga kalau diisi dengan anggur baru akan terjadi fermentasi sehingga kantong anggur itu pecah dan anggurnya terbuang sia-sia , ini berbicara Selama kantong bejana hidup kita masih yang lama belum mengalami pembaharuan maka tidak mungkin Tuhan memberikan anggur yang baru , anggur suatu gambaran kasih karuniaNya yang Tuhan sediakan tidak bisa diberikan kepada kita yang masih memiliki konsep berpikir duniawi . (  ragi gambaran gaya hidup dunia  )
  1. Mengapa bejana jebol atau berubah jadi rusak , karena belum siap menerima anggur yang baru , ( Karunia dan berkat-berkat Tuhan yang berkelimpahan ) contoh saat miskin kelihatan rendah hati tetapi setelah menerima berkat kelimpahan jadi sombong Anggur baru belum dicurahkan , karena kantong bejana hidup kita bisa rusak disebabkan belum siap menerima kasih karuniaNya !
Itulah gambaran beberapa pola pikir yang menjadi penghalang seseorang bisa menerima konsep / pola pikir dari Tuhan , akibatnya tidak bisa mengalami pemulihan dari Tuhan karena  bertentangan terus dengan kehendak dan rencanaNya , Tuhan mau kita kekanan , kita maunya kekiri !  ( Amos 3 : 3 )
Oleh sebab itu mari kita ubah konsep pikiran kita , tidak menurut logika kita sendiri , tetapi memakai konsep pikir surgawi atau pola pikir dari kebenaran Firman Tuhan yang merupakan penuntun kita untuk bisa mengerti akan kehendak dan rencanaNya , sehingga kitapun bisa masuk dalam Kemuliaan yang Tuhan sudah rencanakan sejak memanggil kita menjadi anak-anakNya ! jangan sampai kita  berpikir hidup di jalan yang lurus  , tetapi ternyata ujungnya maut . ( Amsal 14:12 )  Amin

Intim dengan Tuhan

Intim dengan Tuhan atau memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan , Manusia Intim dengan Tuhan sebetulnya dimulai dari pihak Tuhan atau inisiatif datang dari Tuhan , sebab tidak ada seorangpun yang bisa mencari Tuhan kalau Tuhan sendiri tidak mau menyatakan panggilan-Nya  kepada manusia baik dimasa lalu maupun dimasa sekarang ! Yesaya 65 : 1- 3 ;  Roma 3 : 10-11 .
Seandainya umat Tuhan berusaha mencari kalau Tuhan tidak menyatakan diri-Nya umat Tuhanpun tidak bisa menemukan-Nya , Ayub 23 : 8-10 . karena ia sedang mengalami proses “ Padang gurun “ , tujuan proses padang gurun adalah untuk membersihkan motifasi hidup sebagai umat untuk apa ? Ulangan 8 : 2- 4 .
Hubungan yang intim jangan diterjemahkan secara sempit hanya dengan tujuan untuk Tuhan memenuhi keinginan hatinya ( monolog ) tetapi untuk ingin tahu apa yang menjadi kehendak dan rencana-Nya  bagi hidupnya . ( dialog )
Kalau monolog maka bisa terjebak dengan ayat Firman Tuhan dalam Matius 7 : 7-11 yang mengatakan carilah maka kamu akan menemukan , ketoklah maka pintu akan dibukakan mintalah maka kamu akan menerima ,

 kalau dialog maka kita akan tahu mungkin yang kita minta roti menurut pendapat kita tetapi ternyata permintaan kita itu ternyata batu , yang kita minta ikan ternyata itu ular , karena ada dialog ( Tuhan diijinkan berbicara juga )

Hubungan intim dengan Tuhan adalah hubungan “ Roh umat-Nya dengan Roh Kudus “ yang ada didalam hidupnya ( Roma 8 : 16 )

Orang dunia berhubungan dengan roh-roh diudara juga lewat rohnya ! dalam pemikiran mereka itu adalah yang maha kuasa ( Allah ) mereka sebetulnya sedang berdialog dengan roh jahat dan pikirannya sendiri , Manusia memiliki kemampuan pikirannya untuk mempercayai hal-hal yang nyata bisa dilihat ini disebut hard competency . Manusia juga memiliki kepercayaan untuk hal-hal yang belum dilihat ( cerita orang tuanya atau nenek moyangnya ) kepercayaan seperti itu disebut soft competency .
Hubungan yang intim dengan Tuhan yang benar bisa dijalin karena Pintu anugrah-Nya telah terbuka lewat kematian Tuhan Yesus , setiap orang yang percaya Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat hidupnya maka jalan untuk bertemu dengan Tuhan sudah terbuka  ! Matius 27 : 51 .

Tetapi bukan setiap manusia bisa berhubungan dengan Tuhan apalagi sampai intim ,

·         Hanya mereka yang mempercayakan hidup dalam tangan Tuhan Yesus sebagai juruselamatnya ia memiliki kesempatan untuk membangun hubungan dengan Tuhan  bukan Cuma percaya tetapi yang mau mempercayakan hidupnya dalam pimpinan , bimbingan Tuhan ! ( Yohanes 2 : 23-24 )
·         Lahir baru lewat air dan roh , maksudnya air yang membawa kehidupan baru / mendengar pemberitaan Firman dan percaya dan Karya Roh maksudnya kuasa Roh Kudus yang bisa melahirkan baru seseorang . Yohanes 3 : 5 / 1 Yohanes 4 : 2 ; 5 : 1 .
·         Mereka yang mengakui Tuhan Yesus sebagai Raja dalam hidupnya , wujudnya hidup dalam kebenaran , sehingga hidup yang lama berubah jadi baru ( konsep,falsafah dunia,cara pandang hidup dan tujuan hidup ) orang lain bisa melihat buah-buah pertobatannya . 2 Korintus 5 : 17 .

Banyak orang percaya yang merindukan hubungan yang intim dengan Tuhan dengan berbagai alasan ;

  • ada yang memiliki tujuan agar bisa menikmati hadirat-Nya , karena dalam hadirat-Nya ada kuasa mujizat ada kasih dan anugrah yang memulihkan , tetapi hanya sebatas untuk kepentingan diri sendiri saja !
  • mendapat petunjuk apa yang menjadi kehendak rencana-Nya bagi hidupnya , bagi orang lain bagi bangsa dan negara . ( seperti Abraham ngotot berdoa membela Lot yang ada di Sodom dan Gomora agar tidak dihancurkan )
  • mendapat jawaban atas segala pergumulan hidup yang sedang dialaminya , sebab memang dalam hadirat-Nya ada jawaban .
  • agar hidupnya diberkati karena langsung menemukan sumbernya , tidak lagi melalui perantara , seperti hamba Tuhan terkenal yang mendoakan .
  • agar Tuhan memakai hidupnya dengan karunia-karunia roh yang dahsyat-dahsyat sehingga nama Tuhan dimuliakan ! ( nama Tuhan atau namanya ? Matius 7 : 21-23 )

Alkitab menjelaskan cara berhubungan intim dengan Tuhan ;

    1. “ kepada-Mu , ya Tuhan kuangkat jiwaku ; “ Mazmur 25 : 1 ,

Mengangkat jiwa / hati ( pikiran , perasaan ) tertuju kepada Tuhan baik saat didalam doa khusus , maupun dalam kegiatan kesehariannya jiwa / hatinya selalu terangkat kepada Tuhan .

    1. “ Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair , demikanlah jiwaku merundukan Engkau , ya Tuhan.” Mazmur 42 :1 .

Kerinduan yang sangat untuk bersekutu dengan Tuhan digambarkan seperti rusa yang sangat haus ingin minum air sedangkan tepi sungai sudah banyak binatang buas ,  sehingga ia harus menahan kehausan yang sangat .

    1. “ kepada-Mu aku melayangkan mataku , ya Engkau yang bersemayam disorga . Lihat seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya , seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya , demikanlah mata kita memandang kepada Tuhan , Allah kita sampai Ia mengasihi kita. “ Mazmur 123 : 2-3 .

Kerinduan bersekutu dengan Tuhan , berdialog ( Bukan hanya monolog saja ) dengan focus kepada  isi hati Tuhan mau apa dan bagaimana kehendak-Nya , memperhatikan dengan serius .

    1. “ Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari para pengawal mengharapkan pagi , lebih dari para pengawal mengharapkan fajar pagi hari . “ Mazmur 130 : 6 .

Kerinduan membangun hubungan dengan Tuhan melebihi seorang penjaga malam yang merindukan fajar segera datang dan tugas jaga malam yang membosankan segera selesai .

    1. “ Maka sekarang , jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi. “ Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi maka kekuasaan Tuhan meliputi dia . “ 2 Raja-Raja 3 : 15 .

Hubungan yang intim dan mengalami perjumpaan dengan hadirat-Nya sehingga mendapat pewahyuan apa yang akan terjadi dan mungkin solusi / jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi bisa lewat main musik , memetik gitar , dengar pujian diradio , tape, mp3 dllnya


    1. “ Setelah pda zaman dahulu berulang kali dan berbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi , maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan anak-Nya , yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada . Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta .” Ibrani 1 : 1-2 .

Dari penjelasan Firman Tuhan ini kita bisa berhubungan dengan Tuhan tidak harus lewat perantara lagi , memang Pada zaman dulu Tuhan berbicara kepada umat-Nya lewat para nabi , perantara .

  • Pada masa sekarang Umat Tuhan bisa berdialog dengan Tuhan lewat anak-Nya ( lewat kebenaran-Nya ) jadi kalau ingin memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan bacalah Firman Tuhan dari situlah kita tahu apa yang Tuhan kehendaki bagi hidup kita , pewahyuan / rhema karena bertemu dalam hadirat-Nya . ( diluar itu ia hanya berdialog dengan pikirannya sendiri / Soft competency )

Hubungan dengan Tuhan bukan hanya lewat doa , masuk didalam kamar saja !  Matius 6 : 6 . Tetapi masalah hati yang sungguh–sungguh memiliki sikap hormat dan mengasihi-Nya . Bukan masalah korban-korban secara lahiriah yang sudah kita lakukan , berikan  tetapi hati ! Yesaya 29 : 13 . setelah hati beres itu yang harus dijaga . Amsal 4 : 23 .

Itulah sebabnya banyak tingkah laku hamba-hamba Tuhan yang membangun hubungan dengan Tuhan lewat berbagai macam cara dan peristiwa ; Seperti disaat jalan-jalan pagi , saat mandi , saat setir dengar musik di mobil . dllnya !

Ada beberapa petunjuk mengapa seseorang tidak bisa membangun hubungan intim dengan Tuhan .

  • Matius 5 : 23-26 , Kebenaran Firman Tuhan ini menjelaskan untuk seseorang bisa bertemu dengan Tuhan ia harus menyelesaikan ganjalan dalam hatinya lebih dulu , entah itu kepahitan , kemarahan , dendam hatinya .
  • Mazmur 24 : 3-4 , Kebenaran ini memberi petunjuk seseorang bisa berhubungan yang intim dengan Tuhan kalau ia bersih perbuatan dan kelakuannya , ia harus menyelesaikan dosa-dosa yang belum dibereskan , sebab Tuhan adalah Kudus dan suci maka kalau hati kita belum beres sulit kita berhubungan intim dengan Tuhan .  ( Yesaya 59 : 1-2 )

         Oleh sebab itu mari kita membangun hubungan yang intim bukan hanya untuk kepentinganku , kebutuhanku masalahku saja tetapi dengan tujuan untuk mengerti kehendak rencana-Nya baik untuk kita , untuk orang lain dan untuk bangsa dan Negara kita . Yehezkiel 22:30 .

Dampak anak Tuhan yang membangun hubungan yang intim dengan Tuhan bisa dilihat orang lain , nampak kemuliaan Tuhan terpancar melalui hidupnya  contoh ;

  • Musa setelah berhubungan dengan Tuhan secara intim maka wajahnya menjadi bersinar memancarkan kemuliaan Tuhan .  keluaran 34 : 29-30 .
  • Kalau kita membangun hubungan dengan Tuhan secara intim dan benar maka kemuliaan hadirat-Nya juga akan terpancar lewat hidup kita . 2 Korintus 3 : 18 .
  • Menjadi sahabat Tuhan seperti Abraham dipercaya dan diberitahu hal-hal yang akan datang Yakobus 2 : 22-23 .
Inilah sebabnya membangun hubungan yang intim perlu kita bangun dengan serius benar dan sehat sehingga melalui hidup kita nama Tuhan bisa dipermuliakan . Amin.