Gbis Nusukan Solo

Minggu, 31 Maret 2013

Perayaan Paskah


Visualisasi Penyaliban Tuhan Yesus Kristus 



 


 



Team Choir GBIS Nusukan Surakarta






Team Theater GBIS Nusukan Surakarta

Team Paduan Suara GBIS Nusukan Surakarta

Team Pujian dan Penyembahan GBIS Nusukan Surakarta


Gambaran bagaima penderitaan Tuhan Yesus Kristus sang Mesias yang begitu luar biasa, semua yang telah dilakukan-Nya adalah wujud kasih-Nya yang tidak dapat diukur oleh apapun. Keselamatan yang diberikan adalah kekal, bagi siapa yang percaya tidak akan binasa, melainkan akan memperoleh hidup yang kekal. Mari janganlah kita menyia-nyiakan pengorbanan-Nya.
-red-

Selasa, 19 Februari 2013

PENGENDALIAN DIRI



        Pada renungan Firman Tuhan kali ini, dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan ada empat hal yang patut kita renungkan dan yang sangat perlu untuk dikendalikan.

Mari kita renungkan, bacaan Firman Tuhan didalam Filipi 3 : 19

“Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.” (Filipi 3 : 19)

Empat hal tersebut ialah :

1. Pikiran ( Filipi 4 : 8 )
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”
            Pikiran sangat menentukan siapa kita dan apa yang nanti bakal kita perbuat. Jika kita berpikir negatif, perbuatan jahatlah yang dihasilkan. Jika kita berpikir positif, maka yang baiklah yang terjadi. Marilah kita kendalikan pikiran kita ke arah Kristus.

2. Penglihatan ( 2 Korintus 5 : 7 )
-- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat –
Penglihatan sangat berpotensi melemahkan iman dan menghasilkan dosa. Waktu Saul dan tentara Israel melihat keperkasaan Goliat, maka Saul dan seluruh tentara Israel ketakutan. ( 1 Samuel 17 : 1 )
Terkadan kehidupan kitapun sebagai manusia seringkali dikalahkan oleh apa yang kita lihat, dan akhirnya kalah sebelum berperang, alias kalah sebelum mempraktekkan iman.

3. Pendengaran ( Lukas 8 : 18 )
            “ Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."
            Pendengaran bisa saja menggoyahkan iman. Banyak orang percaya menjadi lemah iman karena mendengar fitnah yang disebar rekan sendiri atau kabar buruk yang belum tentu kebenarannya. Agar kuat didalam Tuhan, gunakan pendengaran ini untuk selalu dengar-dengaran Firman Tuhan. ( Roma 10 : 17 )

4. Perkataan ( Amsal 18 : 21 )
            “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”
            Sama seperti pisau, dapat dipakai untuk hal-hal yang berguna, tetapi juga bisa digunakan untuk hal-hal yang jahat. Perkataan dapat menyelamatkan, atau bisa juga mencelakakan. Yang pasti, segala perkataan yang sia-sia akan dipertanggung jawabkan pada hari penghakiman ( Matius 12 : 36 )
            Mari setir setiap perkataan, agar dapat membangun, serta menguatkan iman kita dan juga orang lain.
Jika selama ini kita jatuh bangun dalam dosa hanya karena pikiran, atau perkataan kita jahat dan jadi batu sandungan bagi orang lain, segera berubahlah…!
Persembahkan setiap tubuh kita, entah pikiran, mata, lidah kita untuk menyenangkan hati Tuhan. Amin
--Red --

Kamis, 14 Februari 2013

Asal-usul Perayaan Valentine


Pada zaman modern ini, hari Valentine didominasi oleh hati berwarna pink dan yang dipanah oleh Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini. Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.
Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.
Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur, sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.
Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.
Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.
Julia bertanya, "Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?"
"Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita."
"Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan kepadaku."
"Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya,"sambung Valentine.
"Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya," kata Julia mantap. Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.
Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata,"Dengan cinta dari Valentin-mu" (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.
Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.
Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine. Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Caranya, merka memasukka nama ke dalam satu wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi.
Rupanya Paus tidak sreg pada cara perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini. Mereka memasukkan nama-nama santo dalam kotak itu. Selama setahun setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya. Untuk membuat acara itu sedikit lucu, gereja juga memasukkan nama Simeon Stylites. Orang yang mengambil nama ini dianggap apes alias tidak mujur,soalnya Simeon menghabiskan hidupnya di atas pillar, tidak beranjak satu kali pun.
Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintai. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.
Di zaman modern, kebiasaan menulis surat dengan tangan diangap tidak praktis. Lagipula, tidak setiap orang bisa merangkaikan kata-kata yang romantis. Lalu muncullah kartu valentine yang dianggap lebih praktis. Kartu Valentine modern pertama dikirim oleh Charles seorang bangsawan Orleans kepada istrinya, tahun 1415. Ketika itu dia mendekam di penjara di Menara London. Kartu ini masih dipameran di British Museum. Di Amerika,Esther Howland adalah orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara komersial pertama kali dibuat tahun 1800-an.
Sayangnya dari hari ke hari, perayan Valentine telah kehilangan makna yang sejati. Semangat kasih dn pengorbanan St. Valentine telah dikalahkan oleh nafsu komesialisasi perayaan ini. Untuk itulah kita perlu mengembalikan makna perayaan ini, seperti dalam 1 Yohanes 4:16: "Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia"

Minggu, 10 Februari 2013

NUANSA IMLEK GBIS NUSUKAN


Ibadah Raya GBIS NUSUKAN SOLO, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek tgl 10 Februari 2013, dari dekor gereja, hiasan-hiasan gereja, musik dan semual pelayan Tuhan dibuat bernuansa Imlek.
Pohon angpao, lampion dan berbagai macam properti bernuansa merah, juga tak kalah serunya Ibu Gembala membagi-bagikan angpao kepada anak-anak yang pada saat itu datang di Ibadah Raya.

Ibadah menjadi semarak, didunkung dengan pujian dan iringan musik yang bernuansa oriental. seolah-olah beribadah di negeri Cina...wah sungguh luar biasa. Firman Tuhan yang disampaikanpun sungguh membuat jemaat diberkati.

Apapun bentuk ibadah kita, yung terpenting semua untuk kemuliaan Nama Tuhan. Tunggu ya nuansa-nuansa berikutnya, yang akan membuat ibadah kita semakin menyenangkan dan membuat kita semangat untuk datang ke rumah Tuhan.

"SELAMAT MERAYAKAN TAHUN BARU IMLEK"
Tuhan Memberkati
-redaksi-

Berikut ini foto-foto sebagian kecil dari ibadah raya








Kamis, 31 Januari 2013

"Masih ada Tuhan"


Gelapkah jalan di hidupmu
Telah putus harapan
Dengan semua kekuatanmu
Kau tak mampu mengubah sendiri

Namun masih ada kuasa tak terbatas
Yang masih sanggup mengubahkanmu

Masih ada Tuhan
Masih ada kuasa tak terbatas
Dia pencipta semesta
Dia juga sanggup mengubah hidupmu s'karang
Masih ada Tuhan
Masih ada jawaban

Setiap dari kita pasti pernah di tolong Tuhan dalam hidup ini
Saat ini apapun persoalan yang kita hadapi
Dia Tuhan masih tetap sama
Dan selalu siap untuk menolong kita


Masih ada harapan
Masih ada jawaban
Dia masih sanggup
Dia masih mampu
Dia masih Tuhan
Dia masih Tuhan
Masih ada Yesus

Masih ada Tuhan
Masih ada kuasa tak terbatas
Dia pencipta semesta
Dia juga sanggup mengubah hidupmu s'karang
Masih ada Tuhan
Masih ada jawaban

-Maria shandi


shallom,
Salam damai sejahtera,
beberapa minggu lalu saya me-download lagu yang berjudul "masih ada Tuhan" yang dinyanyikan oleh Maria Shandi. saya sering medengarkan pujian ini dengan menggunakan headphone pada waktu bekerja. Link bisa diunggah di http://www.4shared.com/mp3/0Auuopac/Maria_Shandi_-_Masih_Ada_Tuhan.html.
Saya perhatikan tiap kata-kata dalam pujian ini, dari kata-kata dan alunan musik yang dimainkan ada sesuatu yang menjadikan saya merasa "Greget" (he,maksudnya tersentuh). Tetapi ada satu kalimat yang membuat saya berpikir, yaitu pada kalimat 
"Masih ada harapan
Masih ada jawaban
Dia masih sanggup
Dia masih mampu
Dia masih Tuhan
Dia masih Tuhan
Masih ada Yesus"

kalimat ini membuat saya berpikir pikir, kenapa ada kata-kata Dia masih sanggup, Dia masih Tuhan.....Masih ada Yesus.
Ini menjadikan suatu pertanyaan buat saya, Sampai kapan tidak ada Tuhan ? apakah Tuhan suatu saat nanti akan tidak sanggup menolong kita? apakah Yesus akan tidak ada ?.
pada saat beberapa kali saya putar lagu ini saya mulai berpikir pikir terus, apa maksud dari pujian ini.....
beberapa hari,akhirnya saya mendapatkan arti dari pujian tersebut. Didalam kita sebagai umat yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai penyelamat kita, Puji Tuhan kita masih percaya. Tapi masih banyak saudara kita yang sudah mengenal Tuhan Yesus tetapi belum lebih dekat mengenal lagi dengan Tuhan. Terkadang kita dalam permasalahan-permasalahan di keluarga, pekerjaan, pelayanan menjadikan kita tidak dekat kepada Tuhan dan tidak menaruh harapan kepadaNya jika ada permasalahan. tapi dari pujian tersebut menurut saya ditujukan untuk orang kristen yang benar-benar sudah "akut" kepercayaannya, kenapa saya bilang "akut", karena orang ini benar-benar sangat jauh dari Tuhan,  Tuhan sepertinya tidak ada dalam kehidupannya, kemungkinan terjadinya karena ada permasalah yang sangat-sangat berat dan atau mungkin seseorang yang sangat-sangat senang dengan kehidupan didunia ini (seperti mendapatkan jabatan yang nyaman), dari pujian ini ditujukan untuk jemaat-jemaat yang "terhilang" seperti ini. Menurut saya dari kalimat pujian tersebut agar seseorang yang mendengarkannya bisa diingatkan kalau Tuhan masih ada di hidupmu.

Salam sejahtera dan sehat selalu
Tuhan memberkati
Jika ada kesalahan kalimat saya mengucapkan minta maaf. 
-Jonathan andrew- 
 

Tuhan peduli kesehatanmu

- Cousins also served as Adjunct Professor of Medical Humanities for the School of Medicine at the University of California, Los Angeles, where he did research on the biochemistry of human emotions, which he long believed were the key to human beings’ success in fighting illness. It was a belief he maintained even as he battled heart disease, which he fought both by taking massive doses of Vitamin C and, according to him, by training himself to laugh.[4][5] He wrote a collection of best-selling non-fiction books on illness and healing, as well as a 1980 autobiographical memoir, Human Options: An Autobiographical Notebook. Late in life Cousins was diagnosed with a form of arthritis then called Marie-Strumpell's disease (ankylosing spondylitis),[6] although this diagnosis is currently in doubt and it has been suggested that Cousins may actually have had reactive arthritis. His struggle with this illness is detailed in the book and movie Anatomy of an Illness.
Told that he had little chance of surviving, Cousins developed a recovery program incorporating megadoses of Vitamin C, along with a positive attitude, love, faith, hope, and laughter induced by Marx Brothers films. "I made the joyous discovery that ten minutes of genuine belly laughter had an anesthetic effect and would give me at least two hours of pain-free sleep," he reported. "When the pain-killing effect of the laughter wore off, we would switch on the motion picture projector again and not infrequently, it would lead to another pain-free interval." -  Norman Cousins ; http://en.wikipedia.org/wiki/Norman_Cousins

Norman Cousins adalah seorang jurnalis dan profesor yang sangat terkenal karena bukunya yang berjudul "Anatomy of an illness" yang juga sudah difilmkan. Ia menulis bukunya itu antara lain berdasarkan pengalamannya saat sakit parah. Waktu itu, ia menderita penyakit jantung yang bahkan menurut dokter tidak akan bisa disembuhkan lagi. Tapi, ia lalu berusaha mengobatinya, antara lain dengan vitamin C dan.... banyak -banyak tertawa. Setiap hari ia meluangkan waktu selama 15 menit untuk ketawa terbahak-bahak. dan hal itu tidak sia - sia, Profesor Cousin pun bisa sembuh dari penyakit jantung tersebut.
Tidak tahu dari mana Prof. Cousin mendapatkan idenya tersebut. Tapi yang jelas Alkitab juga sudah menulis resep tersebut sejak ribuan tahun sebelumnya. Amsal 17:22 menulis, "Hati yang gembira adalah obat yang manjur.." Sama juga, kalau hari ini lagi populer gerakan Vegan (Vegetarian) agar tubuh lebih sehat, ribuan tahun lalu, Alkitab juga sudah menuliskannya. Ingat kisah Daniel dkk yang memilih makan sayuran daripada daging (Daniel 1). Hasilnya daniel lebih sehat dari para pemuda tawanan yang makan daging. (Spirit next ; Juli 2012 , Surakarta ; Arie)

Apa yang bisa kita renungkan dari sini adalah bahwa Alkitab memang buku yang benar-benar terbukti kebenarannya, tapi bahwa Tuhan juga memang concern  sama kesehatan kita juga. Keliru jika kita mengira Alkitab atau Tuhan hanya peduli dengan hal rohani saja. Jadi, kita juga harus selalu tersenyum dan mengurangi makan daging (jika tidak vegetarian). 
Saya waktu kuliah dulu memiliki sahabat, umur sekitar 40an dan bekerja di PT. INKA - MADIUN. Sahabat saya ini bisa dikatakan sukses dalam hal pekerjaan, memiliki jabatan Manager Marketing. Didalam pekerjaannya dia sangat sibuk sekali, di waktu jam malam atau jam istirahat dia sering ditelpon masalah pekerjaannya, dan menjadikan pekerjaan ini sangat melelahkan. Pada tahun 2009 anak yang paling kecil dari sahabat saya juga dipanggil Tuhan, ini menjadikan sabahat saya benar-benar depresi (pikiran yang sangat berat).  Sekitar tahun 2009-2010, sahabat saya mendapatkan serangan jantung dan dioperasi untuk diberikan lebih dari 2 ring pada saluran jantungnya, padahal setiap ring saja harganya bisa sekitar puluhan juta (kalau tidak salah sekitar 50-70 jt) dan Puji Tuhan sabat saya bisa pulih sampai pada saat ini. Cerita sahabat saya bisa menjadikan pelajaran buat kita, terkadang pikiran dan kesuksesan pekerjaan kita menjadikan kita melupakan kesehatan kita, padahal Tuhan sangat peduli dengan kesehatan kita. Jadi belajar untuk hidup bersyukur dan jika janganlah pekerjaan kita menjadikan kita lupa kesehatan kita, banyak berdoa dan dekat dengan Tuhan, selalu tersenyum dan makan dan minum yang menyehatkan buat tubuh kita.

Salam sejahtera dan sehat selalu di awal bulan februari ini
Tuhan memberkati
Maaf jika ada penulisan kata dan kalimat yang salah 
- Jonathan andrew -
 01-02-2013




Rabu, 30 Januari 2013

Tomat dapat menggusur stress dan depresi


Jika Anda sedang merasa sedih dan tidak bersemangat, maka hal terbaik untuk mengatasi pikiran anda yang sedang kacau adalah dengan makan tomat beberapa kali seminggu, kata peneliti.
Peneliti menganalisis catatan kesehatan mental dan pola makan kurang lebih 1.000 orang pria dan wanita berusia 70 tahun atau lebih.
Mereka menemukan orang-orang yang makan tomat dua hingga enam kali seminggu adalah 46 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami perasaan sedih, stres, atau depresi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi tomat hanya sekali dalam seminggu.

Lycopene pada tomat mempunyai pengaruh bagi kesehatan mental

Sebuah tim dari Cina dan Jepang, yang dipimpin oleh Kaijun Niu dari China’s Tianjin Medical University, ingin menyelidiki laporan awal bahwa lycopene yang ada pada tomat mungkin dapat meningkatkan kesehatan mental (psikologis) seseorang dan juga kesehatan fisiknya dengan mengurangi stres oksidatif, atau kerusakan sel-sel otak yang sehat. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa buah dan sayuran lainnya tidak memiliki manfaat yang sama. Makan kubis, wortel, bawang, dan labu nampaknya sedikit atau bahkan sama sekali tidak berpengaruh pada kesehatan mental seseorang.

Wanita dan orang tua mempunyai risiko yang lebih tinggi mengalami depresi

Kurang dari 20 persen orang menderita depresi dimana wanita lebih banyak mengalaminya dibandingkan dengan pria. Orang tua berisiko tinggi mengalami depresi karena pengaruh suasana hati yang cenderung tidak stabil akibat dari menurunnya kesehatan yang disebabkan oleh rasa kehilangan seseorang dan kesepian.
Tomat kaya akan anti-oksidan, khususnya lycopene, zat yang memberikan warna merah tua pada tomat dan telah dikaitkan dengan keampuhannya untuk mengurangi risiko kanker prostat dan serangan jantung.
Konsumen di Inggris menghabiskan setengah juta ton tomat setiap tahunnya, setara dengan 8,6 kilogram per orang per tahun. Namun ini masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan beberapa negara mediterania.
Oleh sebab itu, jika anda sedang mengalami suasana hati yang buruk, libatkanlah tomat di makanan utama anda. Anda juga bisa membuatnya menjadi jus atau dimakan langsung.(sumber:http://artikelkesehatan99.com)

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, dengan artikel kesehatan di atas, semoga menjadi berkat bagi kita semua, selain menjaga iman ataupun kesehatan secara rohani, jangan lupa bahwa tubuh jasmani kita juga memerlukan pemeliharaan, karena dengan kesehatan dapat menunjang dimana kita melayani Tuhan bisa lebih maksimal tanpa terganggu sakit penyakit didalam tubuh kita, jangan lupa tetep berdoa minta kesehatan dari Tuhan. Amin

Tuhan Yesus memberkati.(Rody.W) 

Jumat, 18 Januari 2013

Natal gabungan komisi Pemuda dan Muda Dewasa GBIS NUSUKAN

Dalam acara yang bertema " hadirMu perbaharuiku " (II Korintus 5:17) pada tanggal 26 januari 2013 ini pemuda/i dan muda/i dewasa GBIS Nusukan surakarta akan di ajak untuk dapat menghayati panggilannya sebagai pemuda dan dewasa dalam membangun persekutuan yang baik dalam penghayatan akan Tuhan kita Yesus Kristus, dengan kehadiraNya di dunia ini menjadikan pemuda dan muda dewasa lebih semangat dalam beribadah dan melayani. Acara natal ini akan mengundang Bpk. Joko Prasetyo sebagai pembicara dan acara natal ini akan menampilkan performance dari pemuda dan muda dewasa. Semoga kasihNya menjadikan kita lebih baru dalam segala hal menjadikan lebih baik di tahun yang baru ini. Tuhan memberkati



Selasa, 15 Januari 2013

PROVIDENTIA DEI


PROVIDENTIA DEI



Syalom, saya Hesa, hendak berbagi kesaksian tentang pengalaman indah yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupan saya. Sembari menuliskan kesaksian ini, saya terus berdoa agar kesaksian ini menjadi berkat bagi setiap pembaca dan mendorong kita semua semakin mencintai Tuhan dalam segala hal.

Seluruh hidup kita adalah anugerah Tuhan. Ia tidak ingin kita menggunakan hidup kita secara sembarangan menurut hikmat dan kepandaian kita sendiri. Ia rindu supaya kita, anak-anak yang dikasihiNya, mempersembahkan hidup kita seutuhnya, seutuh-utuhnya, sepenuh-penuhnya untuk kemuliaan Tuhan. Dalam segala hal, Tuhan memelihara kehidupan anak-anakNya, dalam bahasa Latin, hal itu disebut Providentia Dei (penyediaan/pemeliharaan Allah). PemeliharaanNya begitu nyata bagi saya. Kekuatan, hikmat, kesehatan, berkat-berkat dilimpahkanNya dalam kehidupan saya, salah satunya terjadi beberapa hari yang lalu.

Hari Kamis, 10 Januari 2013, saya masih berada di Yogyakarta. Pagi-pagi benar, saya berangkat naik sepeda motor untuk menuju ke Semarang, menjumpai kekasih yang bekerja di kota itu. Perjalanan dari Yogyakarta menuju Semarang saya lalui dengan aman dan lancar. Kemudian, sesampai di sana kami mengunjungi beberapa tempat sampai sore hari tiba. Sekitar jam 16.00, saya meninggalkan Semarang menuju Yogyakarta. Di tengah jalan, mendung mulai menggelayut, tanda akan turun hujan. Seketika saya merasakan sepeda motor saya ada masalah. Saya menepi untuk memeriksa keadaan motor saya. Ternyata ban depan benjol-benjol dengan tonjolan sebanyak 5 buah. Bisa saja itu karena kawat ban yang mencuat, atau karena ban dalam yang tidak cukup fleksibel lagi menampung tekanan angin di dalam ban. Saya terkejut dan mulai khawatir dengan perjalanan pulang "Bisakah sampai di Jogja dengan keadaan ban seperti ini?" Lalu saya melihat dompet, ternyata uang yang saya bawa tinggal sepuluh ribu rupiah. Wah, tentu tidak akan cukup untuk membeli ban luar yang baru, bahkan sekalipun hendak membeli ban yang second, kelihatannya uangnya tak akan cukup. Saya semakin khawatir, tetapi saya tidak memberitahu siapa pun, kecuali Tuhan. Saya berdoa, memohon pertolongan Tuhan dengan sangat. Doa saya singkat, tapi penuh penyerahan. Tuhan yang telah menuntun perjalanan saya kemana-mana selama ini, Tuhan juga yang akan menolong, melindungi dan memelihara saya saat ini. Itu kurang lebih inti doa saya, dan saya juga berjanji bahwa ketika Tuhan mengabulkan doa saya, saya akan bersaksi tentang kebaikan Tuhan ini kepada banyak orang. Dengan tetap berdoa, saya melanjutkan perjalanan, dan hujan deras pun turun. Ajaibnya, setelah saya melanjutkan perjalanan, saya tidak merasakan nggronjal-nggronjal lagi pada ban depan motor saya. Luar biasa! Sepanjang perjalanan saya bernyanyi memuji Tuhan supaya dituntun sampai tujuan dengan selamat. Pukul 19.30, saya tiba di kota Yogyakarta dengan aman, selamat, dan sehat (kecuali sedikit lelah dan bau kecut karena belum mandi..hehehe..). Benar-benar saya bersyukur kepada Tuhan, saya cek motor lagi, tidak ada benjol-benjol, semuanya kembali mulus seperti sedia kala. Perjalanan pergi pulang Jogja-Semarang dengan jarak tempuh sekitar 240 kilometer pada hari itu menjadi salah satu bukti nyata dan tak terbantahkan bahwa Tuhan memelihara saya dan memelihara Anda juga.

Saudara-saudaraku yang terkasih, pemazmur pernah mengungkapkan kepercayaannya kepada Tuhan dalam Mazmur 121,
" 121:2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
  121:5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
  121:6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
  121:7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
  121:8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya."
Nyanyian sang pemazmur tentang penjagaan dan pemeliharaan TUHAN telah digenapi di dalam kehidupan saya. Ia menjadi penolong, pelindung, penjaga kapan pun dan di mana pun kita membutuhkanNya. Kini, saya semakin mengasihi Tuhan dan rindu untuk dipakai Tuhan menyatakan kasih & kuasaNya bagi semua orang. Oleh karena itu, saya mengajak para pembaca semua di mana pun berada, marilah kita memperdalam kasih dan rasa syukur kita kepada Tuhan. Segala kasih, berkat dan keselamatan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita janganlah kita sebagai anugerah murahan (cheap grace), melainkan sungguh-sungguh kita tanggapi dengan penuh ketaatan dan kesadaran bahwa kita tak akan dapat menjalani kehidupan ini tanpa Tuhan.

Saat saya menuliskan kesaksian ini, saya terus diliputi rasa haru, syukur dan bahagia bahwa Tuhan yang memberkati saya dengan luar bisa juga akan memberkati Anda juga. Ya, Tuhan juga akan mengerjakan karya-karyaNya yang indah dalam kehidupan Anda, asalkan Anda terus menjadikan Tuhan sebagai yang utama dan menjadikanNya pusat kehidupan Anda. Saya berdoa supaya setiap Anda yang membaca kesaksian ini akan juga mengalami mujizat dan keajaiban Tuhan di dalam kehidupan Anda.
Saya tidak mendorong Anda untuk semakin fanatik beragama, tetapi saya mendorong Anda untuk mencintai Tuhan Yesus lebih dari segalanya dan melakukan InjilNya sepanjang hidup kita. Persembahkan seluruh hidup Anda bagi kemuliaan Allah yang lebih besar.
Ad Majorem Dei Gloriam. To the Greater Glory of God. Bagi keagungan Allah yang lebih besar!
Amin.