Gbis Nusukan Solo

Rabu, 06 Juni 2012

Gambar diri sebagai anak Tuhan Bag I .

Gambar diri sebagai anak Tuhan yang sehat dan benar adalah ; seperti manusia pertama Adam dan Hawa , memiliki “ Batin “ yang sehat bisa berhubungan dengan Tuhan pencipta dengan baik dan lancar dan “ Hati “ yang sehat penuh kasih , hormat , taat , percaya dan berharap hanya kepada Tuhan saja ,  tetapi setelah jatuh dalam dosa  Gambar dirinya jadi rusak !  Contoh ;

  1. Takut gagal , mengejar sukses hidup dengan cara apapun , mengasihi diri sendiri , tidak berani melangkah untuk mengambil resiko , ragu-ragu bertindak .
  2. Takut tertolak , ketagihan hidup menyenangkan hati orang lain agar dirinya dihargai , dipuji , diterima , takut kesepian , takut dikritik ,  rasa tidak aman , mudah tersinggung .
  3. Takut dihukum , selalu merasa tertuduh setiap bertindak , mudah terintimidasi  , takut berbuat sesuatu , memusuhi lingkungan / komunitasnya , sulit masuk hadirat-Nya .
  4. Terikat kebiasaan buruk / dosa , rasa malu karena dosa yang tidak mau dilepaskan , minder , mudah putus asa , jaga image agar dihargai orang lain .

Pemulihan gambar diri yang sehat menurut citra / gambar diri dari “ Pribadi Kristus “  yang bisa kita lihat sebagai berikut ;

> Memiliki Pribadi tidak ketagihan akan kesuksesan hidup !  
> Tidak mencari perkenan manusia tetapi perkenan Bapa !
> Tidak merasa tertuduh tetapi percaya langkah hidupnya benar !  
> Tidak berpura-pura dalam segala perkataan-Nya ! ( luar dan dalam sama )
Kalau unsur-unsur itu tidak ada itu menunjukkan gambar diri kita masih rusak belum dipulihkan .  Langkah hidup agar kita bisa mengalami  “ Pemulihan Gambar diri “

Mazmur 26 : 1 - 2
Melalui kebenaran Firman Tuhan ini kita bisa belajar dari Daud bagaimana perjalanan kehidupan yang sesuai dengan panggilan-Nya , sehingga “ Gambar diri sebagai anak Tuhan nampak !”

  • Daud berseru ( berdoa ) mohon dipulihkan / transformasi hidupnya sampai Tuhan menyatakan “ Keadilan “  ini mengajar kita langkah mengalami pemulihan gambar diri , kalau ada kerinduan baru berdoa dengan sungguh-sungguh agar Tuhan menyatakan keadilan-Nya / memulihkan hidupnya , mungkin sedang susah , bermasalah , mengalami stagnant tidak ada kemajuan dalam semua area hidupnya .

Tanpa kerinduan Tidak akan ada campur tangan Tuhan ( keadilan tidak dinyatakan )  karena kita  “ Puas diri / merasa nyaman   ( comfort zone ) kondisi seperti itu bisa mendatangkan pencobaan hidup lebih besar sebab Tuhan tidak mau umat yang dipanggil untuk rencana-Nya yang besar terhenti karena umat-Nya puas diri tidak mau bergerak lebih jauh lagi , Sarana menuju panggilan yang luar biasa lewat berseru ( berdoa ) sampai kita mengalami pemulihan gambar diri !

  • Daud berani mohon petunjuk dengan alasan ; Hidupnya tulus , percaya dan tidak ragu-ragu akan janji-janji dan rencana-Nya yang luar bisa ,  karena percaya janji-Nya luar biasa , Daud berseru agar Janji-janji - Nya  dinyatakan dalam hidupnya .

Daud mengatasi keadaan dalam hidupnya dengan benar yaitu tidak marah kepada Tuhan , Bandingkan dengan Asaf saat mengalami masalah dalam perjalanan hidupnya ia mengatakan “ Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih , dan membasuh tanganku , tanda tak bersalah . Namun sepanjang hari aku kena tulah , dan kena hukum setiap pagi . “ ( Mazmur 73 : 13-14 )  Asaf baru menyadari perjalanan hidupnya yang benar bukan dengan kemarahan dan iri hati setelah ia bersekutu lebih dalam dengan Tuhan . ( ayat 17 )

  • Daud berkata  “ Ujilah aku , ya Tuhan , dan cobalah aku ; selidikilah batinku dan hatiku .“ Sikap ini menunjukkan bagaimana seseorang bisa mengalami “ Pemulihan gambar diri sebagai anak Tuhan “ yaitu ;
a.       Minta dengan tulus agar Tuhan mau mengoreksi hidupnya ,dianalisa apakah sudah berkenan ( hidup dijalur-Nya ) atau belum , ini berbicara Daud menyadari hidupnya masih belum sempurna , tidak mau puas diri / merasa nyaman dengan kondisinya ( Comfort zone )
b.      Menyadari wilayah batin dan hati merupakan wilayah yang paling penting untuk diselidiki sebab batin dan hati merupakan tempat seseorang menyembunyikan gambar dirinya !  ( orang lain bahkan mungkin dirinya sendiri tidak tahu )

Cara inilah yang menghasilkan petunjuk dari Tuhan , bagaimana gambar diri bisa dipulihkan yaitu memohon dengan “ Kerendahan hati agar Tuhan “menyelidiki “ Batin dan hatinya “  

Sebab yang Tuhan lihat bukan hanya hal-hal yang lahiriah saja tetapi hatinya , ( Yes 29:13 )  itulah sebabnya Tuhan mengatakan dalam Lukas 18 : 9 – 14 , Pemungut cukai dibenarkan dan mendapat anugrah Allah , sedang orang Parisi tidak !

  • Orang Parisi puas diri merasa cukup dan benar dalam kehidupannya menunjukkan juga bahwa ia sombong merasa sudah lebih dari orang lain .
  • Pemungut cukai selalu koreksi akan kekurangan dan kelemahan dalam kehidupannya , menghasilkan seorang yang rendah hati mau dikoreksi .

Melalui kisah orang parisi dan pemungut cukai , kita melihat seharusnya Gereja ( Hamba Tuhan  pemimpin , pelayan dan Jemaat ) bukan menjadi persekutuan orang Parisi yang buta mata rohaninya , puas diri merasa dirinya sudah benar , sebaliknya kalau Gereja diisi dengan  orang yang dirinya seperti Pemungut cukai masih banyak kekurangan , kelemahan , merasa tidak layak , Gereja menjadi persekutuan orang yang merendahkan diri dihadapan Tuhan , Maka Gereja akan mengalami tuntunan , bimbingan dan akhirnya berkat Tuhan .

Nilai ( Values )
Patokan nilai ( Values ) yang merupakan gambar diri sebagai anak Tuhan adalah seberapa nyata Karakter Tuhan Yesus nampak dalam hidupnya salah satu karakter dari Tuhan Yesus apakah sudah ada dalam hidup kita bisa kita lihat lewat , Filipi 2 : 4 – 11 .

 Taat ( Obedience )
Nilai hidup yang bisa kita pelajari lewat pembacaan tersebut adalah  “ Taat sampai mati “  kepada Allah Bapa bukan hanya sesaat atau kadang taat kadang tidak , tetapi ketaatan-Nya dimulai dari awal saat KelahiranNya dikandang binatang yang hina sampai mati diatas kayu salib  , Ketaatan-Nya bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana , tetapi melalui perjuangan dengan cara  “ mengosongkan diriNya “ ( Yunani Kenoun artinya melayani habis-habisan ) dari awal sampai akhir pelayanan-Nya Yesus tetap Taat secara konsisten !

Pemahaman ini menolong kita untuk mengetahui bagaimana seseorang  menghambakan diri yaitu dengan taat hidup menurut kehendak Allah , tujuan hidupnya adalah menyenangkan hati Allah  maka hidupnya akan jadi berkat bagi banyak orang  yang kita layani !

Hamba ( Servant / doulos )
Pertanyaan selanjutnya adalah Kristus menjadi hamba siapa ?  Hamba Allah , melayani kehendak Allah atau hamba manusia melayani kehendak manusia ? 

Jawabannya adalah Yesus melayani kehendak Allah sepenuhnya , akibat taat kepada Tuhan barulah taat melakukan perintah-Nya ! Alkitab membuktikan hal ini dalam banyak ayat-ayat menuliskan bahwa seluruh hidupNya hanya untuk melayani “ kehendak Allah “ lebih dulu !  Yoh 4 : 34 /  8 : 29 .  Baru kemudian  bisa dilihat dengan taat mengikuti kehendak Allah Bapa untuk menyelamatkan ( melayani ) manusia .

Dalam hal ini kita harus tahu Tuhan Yesus tidak terjebak melayani  semua kemauan , keinginan dan idealisme manusia sehingga bisa mengatur kehendak dalam hidupNya ., yaitu menyenangkan hati Bapa lebih dari manusia ! ( Markus 1 : 35-38 )

Ketaatan didalam batin dan hati menghasilkan seorang yang suka melayani

1 Yohanes 3 : 16
Kebenaran ini menjelaskan kepada kita bagaimana seharusnya menjalani hidup ini apakah cukup asal kita mendapat keselamataan dan puas diri tanpa memikirkan orang lain yang belum diselamatkan , yaitu dengan rela menyerahkan nyawa bagi saudara-saudara yang lain , dalam bentuk melayani dan membawa mereka untuk mengenal Tuhan dengan sehat dan benar .

1 Yohanes 4 : 20
Firman Tuhan ini menjelaskan apabila kita mengatakan bahwa  “ aku mengasihi  Allah “ , tetapi disisi lain  tidak peduli kepada sesame manusia yang  kelihatan , Alkitab mengatakan ia adalah pendusta , karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan ,  tidak mungkin  bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan  !

1 Korintus 9 : 19 .
Kita bisa belajar dari  Rasul Paulus yang mengatakan “ Sesungguhnya aku bebas terhadap semua orang , aku menjadikan diriku hamba dari semua orang , supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang . “  karena Rasul Paulus hidup dalam ketaatan kepada Tuhan maka hasilnya adalah pandangan hidupnya  jadi berubah , hidup tidak untuk diri sendiri tetapi jadi berkat bagi banyak orang yang belum diselamatkan .

Tetapi kita perlu mewaspadai  hal-hal berikut ini supaya  jangan salah tafsir dalam  melayani Allah dengan sepenuh hati dan melayani sesama Yaitu :

  • Melayani Allah  bisa disalah tafsirkan dengan  hidup mengisolir diri / bertapa dan  waktu hidupnya hanya membaca Alkitab , berdoa , berpuasa , dan menyembah Tuhan , dengan maksud menyenangkan hati Allah , dan berpikir yang penting antara aku dan Tuhan saja ,  tetapi disisi lain mengabaikan tugas melayani sesama , jelas paham ini salah hanya tahu sebagian tetapi tidak tahu kehendak Allah sepenuhnya  .
  • Melayani sesama bisa juga disalah tafsirkan dengan memuaskan  kehendak manusia , untuk menyenangkan hati manusia , sehingga kehendak dan selera orang - orang dijadikan tujuan , dan mendahulukan kepentingan orang-orang melebihi kepentingan diri sendiri , kepentingan keluarga akibatnya pelayanan bukan hasil ketaatan terhadap kehendak Allah , melainkan diperalat , dieksploitasi , diperbudak , dipermainkan , dan didikte orang lain , pelayanan yang benar seimbang , bijaksana dan  sesuai kehendak Allah !

Oleh sebab itu pengertian melayani Allah dan sesama harus seturut kehendak Allah ! untuk Tahu kehendak Allah maka kita harus terus meningkatkan hubungan dengan Tuhan . Sebab ada akibat dari ketidak taatan secara total , banyak orang tidak selamat dan mati dalam dosanya karena kita sebagai sebagai anak-Nya tidak pernah memberitakan injil kepada mereka !

Pelayanan pasti membutuhkan pengorbanan waktu , tenaga , pikiran perhatian, uang, juga korban perasaan . Berbicara akan hal ini ada contoh dalam Lukas 10 : 25 – 37 :

  • Melalui perumpamaan tentang orang Samaria yang menolong sesama  berdasarkan “ hukum  yang kedua yaitu kasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri “  secara spontan ia menolong menanggung  resiko membayar biaya hotel dan perawatan dari orang yang terluka karena perampokan itu , tanpa banyak pertimbangan , seandainya orang Samaria itu hanya mau menanggung biaya sebagian saja , tanpa mau membawa orang sakit itu sampai dihotel dan membayar biaya  sampai sembuh , maka sia-sia saja pertolongannya itu bukan !
Lewat perumpamaan ini kita lihat apakah kita sudah praktek “ Kasih kepada sesama “ ( yang kuat mendukung yang lemah ) dengan ikut segala progam Gereja  seperti memberi persembahan minggu pertama renovasi , perawatan gedung , minggu ketiga untuk kegiatan sosial dan Natal .

  • Kebutuhan sesama kita dijawab melalui apa yang kita berikan kepada Allah  dengan rela hati , Yesus melakukan mujizat merubah air menjadi anggur karena para pelayan mau menyediakan air bagi-Nya , tanpa protes ( Yohanes 2 : 5,7 ) mujizat memberi makan 5000 dan sisa 12 keranjang tidak akan terjadi kalau tidak ada anak yang merelakan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan miliknya  . ( Mat 14 : 17 - 21 )

Jadi kebutuhan sesama bisa dijawab melalui apa yang kita berikan kepada Tuhan lewat persembahan waktu , tenaga , pikiran dan uang kita dengan rela hati bukan terpaksa .

Dalam hal ini jangan terjebak , memberikan pertolongan kepada sesama bukan berarti tidak ada waktu membangun hubungan dengan Tuhan dan lupa pada kehendak Tuhan , yang akhirnya akan menghancurkan perlayanan itu sendiri !

Mengapa ? karena kita melayani seperti robot / monoton tanpa kreatifitas , contohlah Tuhan Yesus selalu menyingkir mencari tempat untuk membangun hubungan dengan Bapa , sehingga bisa tahu batasan dalam pelayananNya , batasan dalam menolong manusia  , tidak melebihi tujuan utama Allah Bapa kepadaNya !

Jalan menuju ketaatan adalah hidup melekat kepada Yesus , sehingga menghasilkan buah-buah dalam kehidupan kita , sebab diluar persekutuan yang intim dengan Tuhan tidak mungkin bisa menghasilkan buah kehidupan apapun termasuk ketaataan dan suka melayani !  ( Yoh 15 :  4 , 5 )

Inilah nilai ( Value ) karakter yang Tuhan inginkan muncul dalam hidup kita , dengan hidup dalam Ketaatan total kepada kehendak Allah Bapa , yang berbuahkan kita melayani sesama agar mereka tidak binasa tanpa keselamatan ! . Amin .                                         

Selasa, 05 Juni 2012

Mengenal kehendakTuhan .

yang diprediksikan akan banyak tantangan yang harus dihadapi membuat banyak orang kuatir ,  sebagai anak Tuhan tidak ada alasan untuk takut atau kuatir karena zaman apapun didunia ini Tuhan sanggup menjawab permasalahan manusia baik rohani , lahiriah , social, ekonomi dan politik , Sebab Tuhan jawaban segala masalah kehidupan , dan Tuhan yang memanggil kita adalah Tuhan yang mengasihi kita dengan kasih-Nya yang luar biasa
Alkitab menulis bagaimana hati Tuhan atas hidup kita “ Masa depan yang penuh pengharapan “ dalam semua segi kehidupan , ( Yermia 29:11 ) untuk mencapai apa yang Tuhan rencanakan kita harus menyelaraskan pikiran, perasaan dan kehendak Tuhan  ;

  • Kehendakku jadi kehendak-Mu , maksudnya manusia umumnya memiliki kemauaan / kehendak yang sering dipaksakan untuk Tuhan mengikutinya, dengan cara-cara yang kelihatannya Alkitabiah seperti doa dan puasa, memperkatakan Firman Tuhan agar imannya tumbuh, kalau apa yang dikehendaki bertentangan dengan kehendak Tuhan  , maka kekecewaan yang akan ia terima, yang betul seharusnya berusaha menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak-Nya lebih dulu . (  Amos 3 : 3 )
  • Pikiranku jadi pikiran-Mu , maksudnya dalam perjalanan hidup sebagai anak Tuhan kita jangan hanya mengikuti pikiran kita sendiri , seharusnya mencari tahu apa yang ada dalam pikiran Tuhan . ( 1 Kor 2 : 16 )
  • Perasaanku jadi perasaan-Mu , maksudnya kita tidak hanya mau Tuhan mengetahui perasaan kita saja, tetapi kita yang harus tahu perasaan Tuhan bagi hidup kita . ( Fil 2 : 5 )

 Kalau kita bisa menyelaraskan Kehendak, pikiran dan perasaan dengan Tuhan maka kita bisa membangun hubungan yang harmonis dengan Tuhan , demikian juga dalam kehidupan keluarga kalau masing-masing tidak memaksakan kehendak, pikiran dan perasaannya sendiri maka keluarga itu akan mengalami hubungan yang harmonis . sekarang kita mau belajar mengenal Hati Tuhan melalui Mazmur 23 : 1 - 6  untuk  “ Mengenal rencana Tuhan ” Dari pembacaan Firman Tuhan ini Daud sedang menjelaskan pengalaman hidupnya didalam Tuhan yaitu ;

  • Suatu saat ada dipadang rumput yang hijau, berbaring nikmat tetapi disaat lain ada dipadang gersang atau berbaring sakit .
  • Suatu saat ada diair yang tenang , disaat lain ditengah badai dan tofan .
  • Suatu saat mengalami jiwa yang segar, tetapi dilain waktu jiwa yang gersang .
  • Suatu saat berjalan dijalan yang rata , tetapi dilain saat jalan dilembah kekelaman .

Namun didalam segala perubahan tersebut Daud mengenal Tuhan dengan baik, bahwa Allah tetap ada didalam segala situasi dimanapun berada baik dipadang rumput yang hijau maupun dipadang gersang , baik dijalan rata maupun dilembah kelam , Ia tetap Tuhan yang Maha tahu, Tuhan yang maha hadir, Tuhan yang maha kuasa dan Tuhan yang maha baik sebab Ia adalah penguasa alam semesta ini , dengan pemahaman ini Daud tidak takut bahaya tetapi tetap tinggal tenang , Oleh karena ;

  • Penggembalaan-Nya dengan kasih dan kuasa-Nya atas hidupnya tidak mengalami perubahan , hanya wujud pernyataan-Nya yang beda, pada hari indah dan cerah kasih dan kuasa-Nya dinyatakan dalam tindakan membaringkan dirumput yang hijau dan tongkat-Nya membuatnya tenang, sedangkan pada hari-hari kelam yang penuh marabahaya , Tuhan menyatakan kasih dan kuasa-Nya dalam bentuk Gada yang melindunginya !
  • Dalam Perjanjian Baru Tuhan tetap sama tidak berubah baik kasih maupun kuasa-Nya senantiasa menyertai kehidupan kita dalam segala keadaan baik saat mengalami penindasan, kesesakan , penganiayaan , kelaparan , ketelanjangan , bahaya atau pedang , sebab baik maut , malaikat - malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang atau kuasa-kuasa baik yang ada diatas, maupun yang ada dibawah , ataupun sesuatu mahluk lain tidak bisa memisahkan kita dari kasih Allah , Roma 8 : 33-39 .



           Pandangan yang salah  “ Keadaan Berubah Allah Berubah “  

  • Banyak orang mengenal Tuhan secara salah , kalau keadaan berubah dari baik menjadi buruk maka pengenalannya kepada Tuhan juga berubah, kalau keadaan baik mengatakan Tuhan itu baik tetapi kalau mengalami saat yang buruk menilai Tuhan juga buruk , menganggap kejam tidak peduli, tidak mengasihinya lagi , Tuhan sedang mengutuki hidupnya jelas pandangan seperti itu salah, karena tidak mengenal Hati Tuhan dengan baik dan benar !

Pengenalan akan Tuhan secara pincang ini karena tidak mengenal Tuhan dengan benar , akibatnya dalam keadaan buruk mengalami ketakutan, karena ketidak nyamanan hidup yang sedang dialaminya , dan banyak sisi kehidupannya jadi terpengaruh.

Pandangan yang salah menilai Tuhan Mempengaruhi rohani “

  • Pandangan yang salah akan Hati Tuhan mempengaruhi kerohanaiannya , mungkin tidak mau ibadah lagi / tidak meneyembah Tuhan sebagai Raja dalam hidupnya lagi , bahkan tidak mau pelayanan lagi , kalau sedang mengalami  kedaan buruk , karena berpikir Tuhan tidak peduli kepadanya , buktinya Tuhan tidak memenuhi keinginan hatinya   .
  • Kalau sedang mengalami masalah, sakit , bangkrut, tertipu, kena rampok, kehilangan maka pikiran kita langsung menghakimi diri sendiri, “ aku pasti berdosa “ sehingga masalah bertubi-tubi datang, atau “ aku kurang berdoa “ , atau orang mengatakan “ anda kurang keGereja sih “ atau bahkan ada yang mengatakan “ anda pasti tidak mengembalikan milik Tuhan “ dstnya konsep pikiran tersebut akan mempengaruhi motifasi keGereja agar masalahnya hilang, rajin doa , memberi persembahan agar diberkati, ikut pelayanan agar tidak ada masalah, cara pandang seperti ini jelas salah !
  • Pandangan seperti itu menyebabkan seseorang kalau tidak ada masalah tidak ada kerinduan untuk ke gereja beribadah , tidak ada kerinduan untuk berdoa, tidak ada kerinduan memberi persembahan , tidak ada kerinduan melayani pekerjaan Tuhan , semua dilakukan bukan karena kasih dan syukur atas anugrah keselamatan yang diterimanya tetapi takut Tuhan tidak memberkati , takut Tuhan tidak mengasihi lagi atau takut Tuhan meninggalkan hidupnya sendirian , jelas cara pandang seperti itu  salah !

Alkitab mengatakan “ Segala sesuatu bekerja bersama untuk mendatangkan kebaikan bagi kita “  Roma 8:28 .Jadi kalau kita mengenal Tuhan dengan benar maka kita akan selalu bersyukur dalam segala keadaan karena tahu Kasih-Nya dan kuasa-Nya tidak pernah meningalkan kehidupan kita baik saat ada dipadang rumput yang hijau maupun dipadang gersang , baik dijalan yang terang maupun dilembah kekelaman , dengan pemahaman itu maka iman  dan rohani kita semakin tumbuh dewasa !

Kesalahan Gereja berorientasi kepada keadaan baik saja .

Hari-hari ini Gereja berusaha keras menampilkan kesaksian tentang keberhasilan , kemakmuran , kesejahteraan saja dan tidak pernah mengajarkan tentang penderitaan yang memang diijinkan Tuhan , dengan tujuan agar Umat Tuhan bisa menyaksikan kepada dunia akan IMANnya yang tidak goyah dalam segala keadaan, karena tidak seimbang dalam menafsirkan kebenaran Firman tidak secara kontektual contoh ;

·        Menafsirkan Roma 8 : 32 yang mengatakan kalau Tuhan rela memberikan anak-Nya yang tunggal apalagi yang lain yang nilainya lebih rendah pasti Tuhan akan memberikan , uraian yang bermuatan untuk menghibur dan tidak menjelaskan substansi yang sebenarnya dari ayat tersebut adalah pemberitaan yang tidak seimbang , sebab ayat selanjutnya yang menjelaskan janji itu adalah untuk menghiburkan umat Tuhan yang sedang merasa ditinggal sendiri karena persoalan hidup yang bertubi-tubi datang sehingga merasa Tuhan sudah tidak sayang lagi kepadanya ,( Roma 8 : 31-39 )  

·        Menafsirkan ayat dalam Matius 10:29-31 , hanya sebatas Tuhan sangat peduli kepada kita sehingga rambut saja diperhatikan, sedangkan kontek ayat tersebut adalah menghiburkan murid-Nya yang harus pergi memberitakan injil dengan tanpa sumber ekonomi, sumber rasa aman , mereka akan diseret disesah karena Kristus . janganlah sampai menolak / menyangkal Tuhan karena penderitaan yang harus ia lewati itu ,  jadi Firman Tuhan ini harus kita mengerti dengan jelas dan seimbang sehingga memiliki pengertian akan rencana Tuhan dengan baik dan benar, tidak salah menafsirkan hanya untuk kepuasan hati , menghibur hati kita saja ! 

Itulah sebabnya memasuki tahun baru kita harus memiliki pandangan yang sehat dan seimbang bahwa Rencana Tuhan bagi hidup kita tetap tidak berubah oleh keadaan apapun , yang perlu kita lakukan adalah menyelaraskan Hati kita dengan Hati Tuhan , dengan pengertian ini maka   ;

  • Memasuki tahu baru ini kita akan membangun hubungan dengan Tuhan lebih lagi sehingga pengenalan kita kepada Tuhan tidak seperti Dau pada mulanya mengenal Tuhan dengan kata IA ( kata ganti orang ketiga ) , tetapi setelah melewati pergumulan hidup dan melihat sesungguhnya Tuhan tidak pernah meninggalkan hidupnya maka Daud mengenal Tuhan dengan kata ENGKAU  orang yang dihormati dan dikenal secara intim .
·        Saat kita susah , tidak berpikir Tuhan tidak mengasihi lagi, pikiran tersebut karena  masih menggunakan pikiran dan perasaan sendiri, jadi kita harus tahu kasih Tuhan terhadap kita tidak pernah berubah dan rencana-Nya juga tidak pernah berubah tetap untuk masa depan yang penuh pengharapan , yang penting Kita mau menyelaraskan kehendak, pikiran dan perasan kita dengan kehendak, pikiran dan perasan Tuhan , maka Yobel / kebebasan hanya soal waktu saja !

Prinsip menyelaraskan pikiran , perasan dan kehendak ini berlaku dalam membangun hubungan dengan Tuhan sehingga kita betul berjalan didalam jalan-jalan-Nya yang membawa hidup kita kepada masa depan penuh pengharapan, demikian juga bagi keluarga dan bagi pertumbuhan Gereja yaitu jangan hanya memikirkan segala sesuatu hanya menurut pikiran, perasaan dan kehendak kita sendiri, tetapi selaraskan dengan pikiran Tuhan , pikiran pasangan hidupnya dan pikiran tubuh Kristus yang lain , maka masa depan yang indah akan terjadi  !
Kita tahu sekarang sesungguhnya Tuhan tetap hadir dalam segala keadaan baik dirumput yang hijau, maupun dipadang gersang sesungguhnya kita tidak pernah sendirian, semua terjadi adalah untuk kebaikan kita dan masa depan yang indah yang perlu kita dalami adalah mengetahui  isi Hati-Nya ! Amin .

Minggu, 03 Juni 2012

Mengenal Allah dengan baik dan benar

Alkitab mengatakan  “ Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah ; karena engkaulah yang menolak pengenal itu maka Aku menolak engkau menjadi imanKu ; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan  melupakan anak-anakmu “ Hosea 4:6
Hosea  arti namanya “ Keselamatan “ ia penduduk Israel ( Ker.Utr ) bukan dari Yehuda ( Ker.Sel ) sebab setelah Salomo jatuh dalam dosa , Israel pecah menjadi dua Kerajaan , Nubuatannya lebih banyak ditujukan kepada Ker.Utara karena situasi keadaan bangsa yang bobrok rohani , moral , politik dan social , Nabi menubuatkan apa yang akan terjadi dimasa depan karena bangsa tersebut tidak mau mengenal Tuhan dengan baik , benar dan seimbang , dan  karena mengabaikan ajaran Tuhan ! Firman Tuhan ini menyadarkan kita untuk memperhatikan sungguh-sungguh perjalanan hidup kita sebagai umat Tuhan apakah selama ini berusaha membangun hubungan dengan Allah secara baik , benar dan seimbang ! atau hanya sekedar tahu dari kata orang siapakah Allah kita ? , sehingga bukan berkat tetapi kutuk atau bayang-bayang kutuk yang mengejar hidup kita dan karena mengabaikan pengenalan dan pengajaranNya akan berakibat sama seperti bangsa Israel  yaitu ;

  1. Akan ditolak Tuhan untuk menjadi imanNya , tidak diijinkan melayani/ mendekat kepada Tuhan , dan menghampiri tahta kasih karuniaNya, karena tidak diijinkan menghampiri tahta kasih karuniaNya maka mereka tidak akan mendapat rahmatNya ! ( Ibrani 4:16 )
  1. Akibat ketidak taatan bangsa Israel maka Tuhan  melupakan anak keturunan bangsa Israel,sehingga bukan berkat anak cucu yang mereka terima tetapi malapetaka yang terjadi kepada mereka , karena mengabaikan pengenalan dan ajaran Allah dengan baik dan benar !
Semua itu terjadi disebabkan karena bangsa Israel menolak pengenalan dan ajaran Tuhan dengan cara  yang  seimbang , maksudnya ;

  • Mereka tidak memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang Allah pengenalannya hanya sebatas kulitnya , maksudnya mengenal Allah sebatas Allah yang suka memenuhi permintaan manusia , dengan kata lain mereka hanya tahu bagaimana meminta atau mengatur Allah untuk memenuhi keinginannya saja ! , Demikian juga banyak anak Tuhan dewasa ini mengenal Allah  sebatas sebagai sumber berkat saja , tidak mengenal Allah sebagai Raja yang berdaulat yang mengatur hidupnya, sebaliknya mengatur Allah melalui cara ; doa yang penuh kuasa , doa puasa , kita harus tahu doa bukan hanya sebagai sarana meminta kepada Tuhan saja , atau memiliki konsep “ Menabur  maksudnya saat membawa korban-korban merasa Tuhan sudah berhutang kepadanya sehingga Tuhan harus membalas ,  menabur yang benar karena rasa syukur kepada Tuhan atas kasih setiaNya , dan berterimakasih kalau diberi kesempatan ikut ambil bagian dalam pekerjaan dengan Harta titipan Nya ! ( menyadari pengelola dan bukan penguasa )
  • Dalam pelayanan , memiliki konsep sudah berkorban bagi Tuhan , merasa berjasa kepada sehingga Tuhan harus membalas segala pengorbanan waktu tenaga dan uangnya , kalau tidak marah kepada Tuhan dan mengatakan sia-sia saja aku hidup saleh , seperti yang pernah dikatakan Azaf dalam Maz 73 . memang Alkitab mengatakan bahwa segala jerih lelah kita bagi Tuhan tidaklah sia-sia , walaupun begitu seharusnya memiliki pemahaman yang benar melayani Tuhan karena rasa syukur kepadaNya, semua karena anugrahNya  bukan oleh karena kuat dan gagah atau sudah berjasa kepada Tuhan !
  •  Mengenal Allah dengan baik dan benar , apabila  memiliki pemahaman bahwa  sesungguhnya Allah berdaulat atas segala sesuatu untuk mengatur alam semesta ini juga berdaulat mengatur hidup kita sesuai dengan kehendak dan rencanaNya yang sudah ditetapkan ,   ( 1 kor 6 : 19-20 / Ef 1 : 4 -5 )
Mari kita melihat akibat ketidak taatan  bangsa Israel untuk mengenal Allah  , dengan baik dan benar juga secara seimbang anak keturunannya kena akibat kita bisa melihat hal ini melalui peristiwa yang tertulis dalam  Matius   2 : 1 – 18 ;
 Melalui pembacaan dalam Matius pasal 2 ini kita melihat Herodes yang takut kekuasaannya direbut oleh Raja yang akan lahir , seperti  yang dikatakan oleh orang-orang  Majus  , membuat Herodes memutuskan untuk membunuh semua anak laki-laki yang berusia dibawah umur 2 tahun. banyak orang tua yang kehilangan anaknya disaat itu tentu bertanya dimanakah Allah saat-saat seperti itu ? apakah IA tahu pada saat pasukan Herodes melaksanakan perintah untuk membunuh anak-anak ? ( Sesungguhnya IA tahu ! ) , bahkan sudah memberitahukan hal itu ratusan tahun sebelumnya melalui nubuatan Nabi Yermia ( 31 : 15 )yang ditulis lagi dalam Matius 2:18 , IA bukan hanya tahu , tetapi sesungguhnya kalau IA mau sanggup  menolong anak-anak itu dari pembunuhan Herodes , dalam Matius pasal 2 ini telah mencatat dua kali IA menunjukkan kemampuanNya, untuk menolong Umat-Nya atau memberitahukan segala sesuatu yang akan terjadi ,
 Pertama ; Tuhan memberi tahu kepada orang-orang Majus melalui mimpi agar tidak kembali lagi kepada   Herodes , dan pulang melalui jalan lain  . ( Mat 2: 11-12 )
kedua ; Ia mengutus Malaikat untuk memberitahu Yusuf agar menyelamatkan keluarganya dari pembunuhan Herodes . ( Mat 2 : 13-18 )

Kalau mau sebenarnya Allah juga bisa memberi mimpi kepada para orang tua anak-anak  disaat yang sama , bahkan ada cara lain yang lebih praktis IA  mengutus satu  Malaikat  untuk memusnahkan Herodes dengan seluruh pasukannya, ingat ketika Raja Hizkia dikepung  Asyur hanya dengan satu Malaikat Tuhan membunuh 185.000 tentara Asyur  . ( 2 Raja-raja 19 : 35 )

Jadi sebetulnya sangat mudah bagi Allah untuk mencegah pembunuhan anak-anak pada waktu itu , tetapi mengapa itu tidak dilakukanNya ? demikian juga pemusnahan 6 juta bangsa Yahudi secara brutal oleh Hitler , ( Holocaust )membuat bangsa ini bergumul dan bertanya-tanya, “ dimanakah Allah saat umatNya menderita ?”
Tentunya bangsa Israel pada waktu itu merasa kecewa yang mendalam terhadap Tuhan karena IA tidak bertindak pada saat yang paling dibutuhkan , mereka tentu bertanya-tanya ? bagaimana mungkin IA cuma berdiam menyaksikan penderitaan umat pilihanNya ?

Peristiwa yang tertulis dalam Alkitab dan kejadian  pembantaian bangsa Israel dijaman Hitler memberi gambaran kepada kita , betapa pentingnya untuk mengenal Allah dengan baik dan benar jangan hanya berpikir Allah maha hadir , Allah maha tahu , Allah maha kuasa , Allah maha kasih dstnya , tetapi mengenal hanya dari sisi untuk memuaskan hati manusia saja , sehingga peristiwa seperti diatas membuat kita bertanya-tanya bahkan mungkin ada diantara kita yang pernah mengalami kasus seperti itu sudah berseru dan menjerit sudah menggunakan metode-metode yang diketahuinya agar Allah menunjukkan kehadiranNya , KekuasaanNya dan kasihNya , ternyata apa yang diharapkan tidak kunjung tiba sehingga kita jadi bertanya –tanya sesungguhnya Allah itu maha tahu ndak sih ?  kita harus tahu Allah bukan pendendam tetapi menggenapi apa yang difirmankanNya , bagi bangsa Israel yang tidak taat dan mengenalNya dengan baik dan benar ! ( hukum tabur tuai  Im 26:18,28 )

 C.S Lewis seorang hamba Tuhan  imannya hampir runtuh dalam keputus asaan dirundung kesedihan atas kematian istrinya setelah berdoa mati-matian sekian waktu lamanya , Tuhan tetap tidak menjawab doanya , maka C.S.Lewis berkata ;

“ Temuilah Allah saat engkau sangat membutuhkan , ketika semua pertolongan yang lain sia-sia , dan apa yang akan engkau temukan ? Pintu yang dibanting tepat didepan mukamu , dan suara grendel pintu yang dikancing dua kali setelah itu sunyi senyap…” Inilah ungkapan kekecewaan seorang hamba Tuhan yang marah kepada Allah karena tidak mau menjawab doanya ! ( tetapi setelah sadar tidak lagi memiliki pandangan seperti  ) ,dan banyak ungkapan lain sebagai wujud  kekecewaan umat pilihan yang doanya tidak dijawab Tuhan .

Untuk membuka wawasan lebih luas , kita harus tahu Allah itu sesungguhnya “ Berdaulat “ dan  mempunyai kehendak  dibalik semua peristiwa yang terjadi dibumi ini bahkan dialam semesta ini ! jadi  ketika kesusahan menghadang , yang kita butuhkan bukanlah mencoba membangun sosok Allah yang cocok dengan pikiran kita untuk dijadikan tumpuan iman, sebaliknya kita menyesuaikan respon kepada apa yang menjadi kehendak Allah bagi hidup kita , untuk itu  kita harus memiliki  sikap yang sesuai dengan kehendak Allah yaitu :

  1. Bersandar atau percaya kepada kebaikanNya . artinya saat persoalan datang menimpa kehidupan , kita akan menjawab  aku percaya Allah maha tahu apa yang kualami, aku percaya Allah berkuasa  menolong , memberi jalan keluar ! , tetapi seandainya IA tidak mau melakukanNya , aku tetap percaya kepadaNya , sebab  Allah pasti punya rencana yang berbeda dengan jalan pikiranku! aku tetap dikasihiNya atau sudah dilupakan Nya , sikap seperti ini yang diwujudkan oleh 3 pemuda Yahudi saat menghadapi pilihan mau menyembah patung  Nebukadnezar atau menolak dengan resiko mati di masukkan dalam tungku perapian yang membara , dan 3 orang pemuda ini memilih menolak untuk menyembah patung dan terungkaplah kepercayaannya kepada Tuhan yang luar biasa , dengan mengatakan meskipun Tuhan tidak menolongku aku tetap percaya IA Allah yang baik dan mengasihiku ! ( Dan . 3 )

Ada pengalaman seorang hamba Tuhan yang punya anak usia 4 tahun suatu hari anaknya difonis kena D.B , Dokter menganjurkan untuk terus mengontrol trombosit dalam darah anaknya setiap hari dengan mengambil darahnya , saat pertama kali diambil darahnya tidak terjadi masalah yang berarti anak itu masih bertanya-tanya dalam hatinya saat tangannya diikat , tetapi saat jarum suntik ditusukkan dilengannya anak itu mulai menjerit , hari kedua anak itu tidak mau turun dari mobil dengan menangis  terpaksa hamba Tuhan ini dengan hati teriris mengendong anaknya turun dengan paksa , demikian juga saat lengannya diikat untuk diambil darahnya anak itu menjerit sambil memandang muka ayahnya yang memegang tubuhnya dengan erat agar ia tidak meronta-ronta , pandangan mata anak itu kepadanya seperti  bertanya mengapa engkau mengijinkan aku menderita ayah ?

Kalau kita merenungkan peristiwa itu bisakah ayahnya menyelamatkan anaknya dari jarum suntik ? jelas sangat bisa , tetapi hamba Tuhan itu tahu apa manfaat dari pengambilan darah anaknya sehingga ia memutuskan untuk tetap mengambil darah anaknya demi kesehatannya !  seandainya  anaknya tahu mengapa harus diambil darahnya , pastilah pandangan matanya kepada ayahnya tidak seperti yang diingat hamba Tuhan tersebut seolah-olah menyesali dan benci kepadanya  .

Inilah yang sering terjadi dalam kehidupan ini , kita tidak tahu akan jalan rencana Tuhan bagi kehidupan kita mengapa doa kita tidak dijawab Tuhan , disinilah pentingnya kita mengenal Allah kita dengan baik dan benar !

  1. Takluk kepada kedaulatan-Nya , kalau kita perhatikan diawal injil Matius kita diberitahu bagaimana bayi Yesus diselamatkan dari ancaman akan dibunuh Herodes , tidaklah demikian diakhir injil saat IA harus menghadapi salib , dan Allah Bapa tidak menurunkan-Nya dari salib, dari kisah ini kita bisa mengerti adakalanya Tuhan melakukan pertolongan kepada kita secara ajaib dan mentakjubkan bahkan tanpa kita minta , juga tanpa didahului dengan berdoa , tetapi dilain kesempatan sekalipun sudah berteriak – teriak , berdoa memohon pertolonganNya , Tuhan tetap berdiam tidak menjawab doa kita , kita harus tahu Tuhan punya rencana dan berdaulat dalam hidup kita yang sudah dibeli dengan darahNya , yang perlu kita tahu Allah  tetap mengasihi dan setia kepada janji-janjiNya !

Memiliki pemahaman seperti ini membuat kita  bisa mengucap syukur kepada Tuhan , karena tahu sesungguhnya IA berdaulat atas hidup kita dan membuat kita tidak lagi berdoa “ Mengapa “ tetapi kita  berkata “ Walaupun “ kepada Allah yang berdaulat atas hidup kita  seperti pengalaman nabi Habakuk ! ( Hab 3 : 17-19 )


Oleh sebab itu dalam perjalanan hidup kita sebagai umat pilihanNya ;

  • Mari kita lebih sungguh-sungguh membangun hubungan dengan Allah dan mentaati ajaran Tuhan sehingga memiliki konsep pikiran yang baik , benar dan juga seimbang , Tidak hanya melihat Tuhan baik kalau menuruti segala keinginan kita saja , tapi tahu Tuhan tetap baik didalam kehidupan kita walau  melewati kesengsaraan dan pencobaan yang pahit .
  • Sekarang kita tahu lewati pengalaman perjalanan kehidupan bangsa Israel salah satu sebab berkat anak cucu tidak sampai ,  karena mengabaikan pengenalan kepada Tuhan secara baik dan karena belum membereskan masa lalu dengan serius masih mengulang dosa  terus menerus ! (  Im 26 : 18 , 28 / 2 Raja-Raja 23 : 26-27 )
Melalui pemahaman ini saya percaya kita bisa melewati hari-hari dalam kehidupan ini dengan rasa syukur dan tidak dengan hati yang pahit atau marah kepada Tuhan ! dan menyadari betapa pentingnya membangun hubungan dengan Tuhan lebih sungguh-sungguh sehingga mengenalNya secara baik ,  benar dan seimbang !  -  Amin -