Gbis Nusukan Solo

Minggu, 11 Agustus 2013

Aksi Sosial Donor Darah

Dalam rangka memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68, Jemaat Gereja Bethel Injil Sepenuh Nusukan Surakarta mengadakan aksi sosial yang berupa donor darah, acara terjalin berkat kerjasama seluruh jemaat GBIS Nusukan Surakarta dan PMI cabang Surakarta. Acara ini diadakan di gereja pada tgl 4 Agustus 2013 pukul 11.00 WIB.

Jemaat begitu antusias mengikuti aksi ini, mereka datang berduyun-duyun ke gereja untuk menyumbangkan darahnya, pada saat itu kurang lebih sekitae 30-40 jemaat datang untuk berpartisipasi. Inilah cara untuk para jemaat berbagi berkat bagi sesama, serta bukti cinta kasih untuk sesama. Bukan hanya menerima berkat, tetapi juga sebagai pembagi berkat, demikianlah juga merupakan wujud ucapan syukur kepada Tuhan.


 Sebelum darah diambil, dilakukan pengecekkan awal, HB maupun tekanan darah.
 Pendataan nama dan keterangan diri sebelum donor

 Proses pengambilan darah













Biarlah dengan kegiatan positif semacam ini dapat menjadi berkat bagi kita sekalian, dan dapat sebagai apresiasi terhadap peringatan Kemerdekaan Bangsa Indonesia tercinta ini.

**** KELUARGA BESAR GEREJA BETHEL INJIL SEPENUH MENGUCAPKAN DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA ke 68, God Bless Indonesia ****


Minggu, 16 Juni 2013

Terlepas dari Kepahitan dengan Orang Tua - Kesaksian



Shaloom, nama saya Wisnu Nugroho. Sebelum saya mengikut retreat kemarin pada tanggal 24-25 Mei 2013 di tawangmangu. Saya mempunyai rasa benci dengan ayah, karena sikap dan bicaranya sama anaknya yang selalu memaki-maki anaknya dan keras dengan saya, sampai-sampai saya seperti tidak pernah dianggap dirumah. Dari apa yang telah diperbuat ayah saya kepada saya, saya memiliki kepahitan dengan ayah saya.
Pada saat saya pergi ke gereja yang melihat ada pengumuman ada acara ibadah retreat yang  bertema “Bertumbuh-Berbuah-Berdampak” (Three-B), Saya tertarik untuk mengikutinya karena saya pribada ingin dekat dengan lagi dengan Tuhan Yesus kristus. Saat saya mengikuti sesi-sesi yang ada, aku semakin tahu dan mendapatkan berkat yang sangat luar biasa, yang dahulu saya tak bisa memaafkan ayah saya sendiri dan mempunyai rasa dendam dengan ayah saya sehingga hidup saya terasa sangat hancur. Sekarang, semua yang dahulu saya alami dan saya jalani (kepahitan dengan orang tua). Semua itu sudah dipatahkan oleh Tuhan Yesus Kristus dan mendapatkan jamahan / pemulihan dari Tuhan Yesus. Saya sudah bisa memaafkan Bapak saya dan saya mendoakan selalu Bapak saya supaya bisa dipulihkan.
Saya ingin tahun depan jika rencana Tuhan, ibadah retreat diadakan kembali. Supaya semua anak remaja dan pemuda bisa bertumbuh berbuah dan berdampak. Saya juga menyarankan kepada teman teman untuk ikut dalam acara retreat selanjutnya supaya teman-teman tahu sendiri betapa baiknya Tuhan itu dan mendapatkan berkat  yang luar biasa dari Tuhan Yesus.
Sekian sampai disini, maaf jika ada kesalahan kata-kata dan Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Wisnu Nugroho
Jemaat Remaja GBIS Nusukan

Kamis, 13 Juni 2013

ACARA IBADAH RETREAT





Shaloommm….

Pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi cerita tentang acara Retreat Pemuda dan Remaja GBIS Nusukan tahun 2013.

Merupakan suatu anugrah Tuhan sehingga acara Retreat ini dapat terlaksana. Kami para panitia benar - benar diproses Tuhan sedemikian rupa hingga pada akhirnya Retreat in berlangsung dan dapat dikatakan berhasil.

Retreat Komisi Pemuda dan Remaja GBIS Nusukan tahun 2013 ini dilaksanakan pada:



Hari / tanggal           : Jumat-Sabtu /  24-25 Mei 2013
Tempat                      : Hotel PringgondaniTawangmangu

Tema                          : Three – B (Bertmbuh, Berbuah, Berdampak)

Ayat                            : Kolose 2:7


Kami berangkat dari Gereja kurang lebih pukul 14.00 WIB yang sebelumnya kami berdoa bersama demi kelancaran acara dan perjalanan yang dipimpin oleh Bp. Pdt. Gideon Soeprapto. Tiba di Hotel Pringgondani sekitar pukul 15.30 WIB. Setibanya di lokasi kami melakukan pembagian kamar (placemen) setelah itu diadakan pula Opening Ceremony. Pada saat Opening Ceremony kami menyanyikan Hymne  PBIS dan Ikrar PBIS dengan semangat.

Memasuki sesi 1, puji-pujian kami naikkan dipimpin oleh Sdr. Jimmy dan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Margus Agus Hasiyono dengan tema “Dampak Identitas yang Rusak”.
Acara Sharing Bersama Mentor

 Setelah sesi 1 kami melanjutkan sesi yang ke 2 dengan WL Sdri.Ritta n team dan pembawa Firman Sdr. Hesa dengan tema “Tetaplah Bertumbuh”, selepas sesi 2  kami mulai membagi para peserta kekelompok-kelompok yang sudah direncanakan untuk kegiatan Mentoring.  Di sesi ini kami melakukan sharing bersama dengan para Mentor.
Pujian dan Penyembahan
Tak kalah seru setelah 2 sesi berjalan, kami juga ada acara api unggun yang di dalamnya kami meninggalkan kepaitan-kepaitan yang ada di hati dan disimboliskan dengan cara membuang kepaitan kami itu keapi yang menyala dihadapan kami. 
Agar keakraban antar peserta semakin terjalin, usai acara api unggun kami juga mengadakan acara Talent Show.  Canda tawa, kehangatan dan kemeriahan tercipta. Berbagai kreatifitas muncul di benak para peserta sehingga mereka juga menampilkan Talent mereka dengan unik dan beragam :D
Acara Api Unggun
Membahas acara Talent Show
Sarasehan
Waktu sudah semakin malam sekitar pukul 22.30 ,dibantu oleh Ibu Rody dan Ibu Lancur membuat nuansa Retreat lebih hangat dengan acara Sarasehan (bakar sate).  Setelah perut kenyang puas juga setelah bercanda bersama kamipun beristirahat (nice dreamz). Pada hari Sabtu kami memulai kegiatan kami jam 05.00 dengan doa pagi, dengan pemimpin pujian Sdr. Woro dan pembawa renungan Bp. Suryatno.
Talent Show
Ibadah doa pagi
Pukul 06.00 kami berolah raga bersama merelaxkan otot-otot badan yang dipimpin oleh Bp. Andrew setelah itu kami mengadakan acara GAME OUTDOOR hingga pukul 09.00.  Di sesi game ini sangat seru dan menyenangkan, bahkan dari game yang kami lakukan kami belajar tentang kerjasama, tentang saling melindungi, sehingga kami Komisi Pemuda dan Remaja dapat lebih akrab lagi.
Permainan Outbond
Permainan Outbond
Permainan Outbond
Makan Pagi bersama
Bp. Pdt. Obed menyampaikan Firman Tuhan
Permainan sesi
Setelah acara game ini kami pun melanjutkan kegiatan dengan makan pagi, mandi, dan mulai packing serta siap untuk kembali mengikuti setiap sesi yang masih menanti . yang special dari acara Retreat ini, untuk sesi 3, 4, dan 5 diisi oleh Bp. Pdt. Obed dari Team School of Healing Yogyakarta. Sesi 3 dengan Tema Hati Bapa, di sesi ini kita belajar mengerti apa yang diinginkan Tuhan sebaga ipribad iseorang Bapa bagi kita anak-anakNya. Sesi yang ke-4 adalah “Kepahitan”, di sesi ini para peserta diajak untuk mengungkapkan apa saja kepahitan yang ada di hati kami terkhususnya terhadap orang tua lalu mulai mengikis kepahitan-kepahitan itu dengan mengampuni dan membuka hati kepada orang tua sehingga diharapkan terjadinya pemulihan relasi antara orang tua dan anak.   Sesi yang ke 5 dengan tema “Berbuah dan Berdampak”.  Mengajarkan pada kami agar menjadi para Pemuda dan Remaja yang mampu berbuah dan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita (sekolah, keluarga, tempat bekerja, masyarakat) dan kita juga dapat menjadi berkat saat berada di tengah-tengah mereka.
Sebelum kami pulang, adaa cara penutupan (closing), beberapa perwakilan dari peserta mengungkapkan kesan mereka setelah mengikuti acara Retreat ini, dan Puji Tuhan banyak responpositif yang kami terima, banyak kerinduan dari mereka untuk mengikuti acara Retreat kembali di tahun yang akan datang. 
Kesan dan Pesan dari salah satu Pemuda GBIS Nusukan
Hari sudah sore waktu menunjukkan pukul 17.00 kami pun meninggalkan Hotel Pringgondani menuju Solo dan sampai dengan selamat pada pukul 18.30.
Demikian yang dapat kami bagikan tentang keseruan dan sukacita kami dalam mengikuti acara Retreat Pemuda dan Remaja.Tuhan Yesus memberkati.

Salam Damai Sejahtera dan Tuhan Yesus memberkati.

Rabu, 01 Mei 2013

TENTANG GBIS (GEREJA BETHEL INJIL SEPENUH)

Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) adalah sebuah denominasi gereja di Indonesia. Dalam Bahasa Inggris disebut Bethel Full Gospel Church of Indonesia. Merupakan anggota persekutuan gereja-gereja di Indonesia. No. 34. GBIS juga menjadi salah satu gereja pendiri dan penopang Yayasan Pendidikan Kristen Petra dan Universitas Kristen Petra Surabaya.

SEJARAH
Kelahiran Gereja Bethel Injil Sepenuh diawali dengan keluarnya Pdt. F.G Van Gessel dengan beberapa pendeta lainnya dari GPDI dan membentuk Badan Persekutuan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Surabaya pada tanggal 21 Januari 1952. GBIS lahir dari satu kerinduan untuk mendapatkan kembali gereja. bukan hanya sekedar sebagai satu organisasi gereja, namun juga sebagai organisme, bersifat otonom dan memiliki jiwa fellowship. Sejak kelahirannya, GBIS telah berkembang demikian cepatnya, sehingga dalam waktu 15 tahun telah memiliki kira-kira 450 mata jemaat dengan 70000 anggota yang tersebar di seluruh persada Nusantara. Sehingga dapat dikatakan, saat itu GBIS telah menjadi organisasi Pentakosta tebesar ke-2 se Indonesia setelah GPdI.

PERPECAHAN GBIS DAN PEMBENTUKAN GBI
GBIS akan terus berkembang sangat pesat, apabila tidak terjadi malapetaka yang menyakitkan, yaitu perpisahan dengan GBI. Perpisahan ini tidak perlu terjadi, apabila BP-GBIS (saat itu) di bawah pimpinan Pdt. H.L Senduk bertindak bijaksana dalam menjalin hubungan dengan "Church of God" (COG), salah satu gereja Pentakosta yang besar di Amerika. Hubungan kerja sama itu dituangkan dalam bentuk perjanjian peleburan (Amalgamation). Perjanjian dengan COG ini menjadi awal kemelut dalam tubuh GBIS yang berakhir dengan perpecahan GBIS dengan GBI pada tahun 1969 yang mencapai puncaknya saat dikeluarkan keputusan Menteri Agama R.I. No. 68 Tahun 1970, di mana antara antara lain diputuskan bahwa jemaat GBIS yang menolak perjanjian Amalgamation dengan Church Of God, diakui sebagai badan persekutuan yang telah disahkan oleh Kementerian Agama dengan keputusan no. A/VII/16, tanggal 31 Januari 1931.
Amalgamation dengan COG yang ditandatangani di Jakarta oleh Dr. H.L. Senduk, Dr. The Sean King, Pdt. Ong Ling Kok, Pdt. A.l. Palealu pada tanggal 5 Februari 1967, dan di Cleveland, Tennessee pada tanggal 9 Maret 1967, telah menimbulkan pro dan kontra dalam tubuh GBIS. Pihak yang pro-Amalgamation menganggap bahwa hubungan ini adalah semata-mata hubungan kemitraan belaka. GBIS tetap berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengn COG. Hubungan kemitraan itni sebagai hal yang sangat menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan GBIS yaitu dengan menyediakan dana untuk membangun seminar Bethel di Jakarta (yang sebenarnya milik GBIS), satu lembaga Alkitab yang setara dengan Perguruan Tinggi.
Di lain pihak, mereka yang menolak atau menentang perjanjian Amalgamation dengan COG menuduh bahwa BP-GBIS (waktu itu) telah “menjual” GBIS kepada COG, dengan menjadikan GBIS sebagai “bagian” dari COG. Itu berarti bahwa GBIS telah dilebur” dalam COG. Tuduhan tersebut tidaklah berlebihan karena dalam naskah persetujuan yang ditandatangani oleh COG dan GBIS di Jakarta pada tanggal 5 Februari 1967 dan di Cleveland, Tennessee, USA, tanggal 9 Maret 1967 memuat butir-butir persetujuan yang mengarah pada peleburan antara GBIS dan COG. Bukti persetujuan adalah adalah sebagai berikut:
Nama “Gereja Bethel Injil Sepenuh” (Bethel Full Gospel Church) dalam behasa Inggris, menjadi “Gereja Bethel Injil Sepenuh Dari Allah” (Bethel Full Gospel Church of God).
Tiap Pendeta atau Missionari Church of God yang sah yang akan melayani di Indonesia akan menjadi anggota Majelis Besar Gerja Bethel Injil Sepenuh dari Allah dengan hak suara penuh, demikian juga sebaliknya tiap Pendeta GBIS yang sah, menjadi anggota Majelis Besar dari Church of God dengan suara penuh.
Pro-kontra amalgamation semakin berkembang dengan munculnya isu-isu bahwa ada “aliran berkat” di balik perjanjian ini yang hanya dinikmati oleh orang-orang yang dekat dengan "elite" BP. Konon terbetik kabar bahwa jemaat-jemaat anggota COG secara periodic mendapat bantuan dari COG berupa dana yang besarnya dihitung per kapita jumlah anggota jemaat sesuai dengan yang telah ditentukan oleh COG. Akibatnya kecurigaan semakin kuat bahwa tujuan amalgamation tersebut adalah untuk kelompok untuk mendapatkan keuntungan materi belaka, yang dianggap hanya menguntungkan kelompok-kelompok tertentu saja.
Apalagi Yayasan Bethel yang dibentuk dalam rangka amalgamation tersebut pengurus-pengurusnya adalah “orang0orang dekat” Ketua BP. Pertanyaan yang selalu muncul di antara petugas GBIS tersebut adalah ke mana larinya dana dari COG tersebut. Sebab itu dapat dikatakan bahwa salah satu penyebab pertikaian yang bersumber dari Perjanjian Amalgamation dengan COG adalah “tidak adanya keterbukaan” dari BP-GBIS (saat itu) yang berkisar masalah keuangan.
  
PENYELESAIAN KERUSUHAN MELALUI MENTERI AGAMA
Dalam SMB X di Solo tanggal 21 Juni 1968 telah dicoba untuk menjernihkan persoalan. Namun rupanya upaya tersebutpun belum mampu menyelesaikan secara tuntas. Bahkan bayang-bayang perpecahan dalam tubuh GBIS telah mulai nampak.
Karena dipandang Badan Penghubung GBIS telah melakukan penyelewengan serta melanggar Tata Gereja, maka Badan Penasehat selaku badan yang mengawasi kerja Badan Penghubung, mengadakan pertemuan di Parapat (Danau Toba) dari tanggal 17 – 19 Juli 1969. Pertemuan Badan Penasehat ini dihadiri oleh Pdt. J.L. Pardede (alm), Pdt. B.H. Pardede (alm), Pdt. J.S.A.O. Papilaya (alm), Pdt. S. Chandrabuana Chr. (alm). Pdt. J. Setiawan (alm), Pdt. Bagenda (alm), Pdt A. Simangunsong (alm). Dalam pertemuan Badan Penasehat/MUBAPEN yang agak bersifat kontroversial di Parapat tersebut diputuskan untuk memecat Pdt. Dr. H.L. Senduk dan kawan-kawan, dan selanjutnya menetapkan Pdt. J. Setiawan selaku ketua BP-GBIS yang berkantor di Solo.
Segera muncul dualisme kepemimpinan dalam tubuh GBIS. Kelompok pertama adalah "kelompok Jakarta" yang tetap mengakui Pdt. Dr. H.L. Senduk selaku ketua BP-GBIS. Kelompok kedua adalah "kelompok Solo" yang mengakui Pdt. J. Setiawan selaku ketua BP-GBIS. Selama beberapa waktu, hampir setiap hari surat-surat dikirim ke seluruh petugas yang isinya pernyataan-pernyataan dari kedua BP-GBIS, baik yang bersifat penjelasan maupun yang bersifat “serangan” balik atas masing-masing pernyataan. Suasana keprihatinan menguasai para petugas GBIS melihat terjadinya kemelut dalam Badan Persekutuan yang sedang berkembang pesat ini. Di samping kelompok pro dan kontra, masih ada kelompok lain yang memutuskan pindah ke organisasi lain, misal GBIS Mojokerto, yang bergabung dengan GIA.
Oleh karena segala upaya untuk menyelesaikan tidak berhasil, maka dengan terpaksa GBIS mencari keadilan pada pemerintah. Akhirnya pemerintah c.q. Menteri Agama R.I. campur tangan dalam penyelesaian konflik intern GBIS tersebut dengan mengeluarkan keputusan Menteri Agama No. 68 tahun 1970 tanggal 16 Mei 1970. Dengan terbitnya keputusan ini berarti Pdt. Dr. H.L. Senduk harus meninggalkan GBIS (kelak Pdt. H.L. Senduk pada tahun 1970 mendirikan Gereja Bethel Indonesia/GBI), sementara Pdt. J. Setiawan diakui sebagai ketua BP-GBIS. Satu perpisahan sangat menyedihkan memang, tetapi itulah kenyataan sejarah GBIS. Namun yang sudah lalu biarlah berlalu. Setiap persoalan yang pasti ada pelajaran indah yang Tuhan berikan kepada kita, agar kita memulai babak baru dalam perjalanan GBIS di masa-masa mendatang, dan kita tidak jatuh untuk kedua kalinya dalam persoalan yang sama.

PASCA KERUSUHAN
Sidang Majelis Besar pertama pasca perpecahan adalah Sidang Majelis Besar (SMB) XII yang diadakan di Solo dari tanggal 6–8 Oktober 1970. SMB XII ini dihadiri oleh 168 pendeta dan pendeta pembantu. Ada rasa haru dan sedih di hati para peserta. Rasa haru, karena Tuhan telah menyelamatkan GBIS dari persoalan besar yang melilit, namun rasa sedih karena menghadapi kenyataan, harus berpisah dari rekan-rekan sejawat justru saat GBIS dalam perjuangannya membutuhkan kerja sama dengan semua rekan-rekan sepelayanan. Keputusan pertama yang diambil adalah “mengesahkan keputusan Sidang Mubapen tahun 1969 di Parapat sebagai keputusan Sidang Majelis Besar XII”. Dengan demikian Sidang Muapen Parapat, yang diakui oleh 8 (delapan) pendeta, mendapat “pengakuan yuridis” baik dari pemerintah c.q. Menteri Agama R.I. maupun dari instansi tertinggi GBIS, yaitu Majelis Besar.
Sidang Majelis Besar XII juga menetapkan :
  • Pdt. J. Setiawan sebagai Ketua BP-GBIS.
  • Pdt. Gideon Soeprapto sebagai Sekretaris. (Gembala GBIS Nusukan Surakarta)
  • Pdt. Dr. Pontas Pardede sebagai ketua PPBSI.
  • Pdt. I. Kurniawati sebagai ketua PWBIS.
Pasca perpecahan, GBIS tetap berjuang sekalipun ditinggalkan oleh lebih dari setengah petugas-petugasnya. GBIS tidak pernah berhenti berjuang sesuai dengan tugas dan panggilan yang Tuhan sudah percayakan pada GBIS. GBIS tidak pernah berhenti untuk berjuang, dan itu semata-mata oleh berkat pertolongan Tuhan.
Dalam kurun waktu antara tahun 1970–2000, Badan Persekutuan GBIS telah melaksanakan 11 (sebelas) kali Sidang Majelis Besar untuk berfellowship, mengevaluasi serta menetapkan langkah-langkah GBIS ke depan dalam tugas pelayanan di bumi pertiwi ini, di samping pula untuk mengangkat, memberhentikan petugas GBIS dan tugas-tugas organisatoris lainnya.

Inilah sejarah singkat dari GBIS yang saya ambil dari WIKIPEDIA . Puji Tuhan juga Gembala Kami, Bpk. Pendeta Gideon Suprapto bersama Bpk. Pdt. Markus Agus diberikan kesehatan hingga sampai saat ini dan dapat melayani dan memberkati jemaat di GBIS Nusukan.

Terimakasih dan Damai sejahtera
Team Redaksi GBIS Nusukan

Minggu, 21 April 2013

Memperingati Hari Kartini

Tanggal 21 April merupakan hari bersejarah Bangsa Indonesia, hari Kartini. Sunggug hari yang begitu membanggakan bagi Bangsa ini khususnya oleh para Wanita di Indonesia, karena jasa Ibu Kartini, seluruh Wanita di negeri ini memiliki hak yang sama dengan kaum pria. Untuk itu bertepatan dengan hari Kartini yang jatuh pada hari minggu, maka GBIS NUSUKAN ikut mengangkat hari besar nasional tersebut dengan membuat ibadah Raya bernuansa Kartini, berkebaya bagi para Wanita, dan berbaju batik bagi para Pria. Gerejapun juga mengenang jasa-jasa beliau sebagai pahlawan nasional wanita. Serta Firman Tuhan yang disampaikan pun tentang Rut, Tokoh Alkitab wanita yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. Semoga dengan semangat Kartini dapat memberikan semangat khususnya bagi para wanita di Indonesia.

Foto-foto Ibadah Raya yang Bernuansa Kartini 21 April 2013



















Jumat, 19 April 2013

Acara RETREAT REMAJA PEMUDA GBIS Nusukan Surakarta

Puji Tuhan Shaloom,
Pada tanggal 24-25 Mei 2013, Rencana Komisi Remaja dan Pemuda GBIS Nusukan akan mengadakan Acara Retreat bersama dengan anak Remaja dan Pemuda bersama dengan pendamping-pendamping pemuda dan remaja. Acara Retreat akan diadakan di Wisma Pertanian Tawangmangu. Acara retreat ini dengan tema THREE-B "Bertumbuh-Berbuah-Berdampak" (Kolose 2:7).  Dengan acara retreat ini bertujuan untuk menumbuhkan iman pemuda dan remaja supaya bisa berbuah dan bisa memiliki dampak bagi sesama dan didalam pelayanan. Tidak hanya dalam hal iman saja, diharapkan dengan acara ini pemuda dan remaja bisa saling mengenal dan menumbuhkan kesolidaritasan antar sesama. Acara ini dibuka di support oleh Team Healing dari Yogyakarta.
Rencana acara-acara yang akan akan diadakan pada ibadah Retreat ini:
-  Pujian, Penyembahan dan KKR
-  Seminar
-  Sharing
-  Refleksi Diri
-  Api unggun
-  Ibadah Doa
-  Talent Show
-  OUTBOND