Gbis Nusukan Solo

Rabu, 19 September 2012

Tuhan mengubah kutuk jadi berkat ( bagian 2 )

TUHAN MENGUBAH KUTUK MENJADI BERKAT
( bagian 2 )


Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
(Roma 8 : 18 )
        Penderitaan yang terjadi diatas menjadi sesuatu yang baru bagi manusia. Ketika manusia pertama (Adam dan Hawa) jatuh kedalam dosa, sejak saat itu menjadi awal penderitaan dirasakan manusia
Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.
(Mazmur 37 : 22)
 Siapakah orang yang terkutuk itu ?

1. Orang yang tidak mengasihi Tuhan.

Didalam 1 Korintus 16 : 22 mengatakan “ Siapa yang tidak mengasihi Tuhan terkutuklah ia. Maranata !
Yang mengasihi Tuhan adalah yang percaya Tuhan ada dan yang menurut kehendak-Nya.

2. Orang yang tidak serius atau sungguh-sungguh dalam melayani Tuhan
Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah! ( Yeremia 48 : 10 )
Lalai dalam melayani Tuhan berarti tidak dengan kesungguhan hati melakukan pelayanan dan cenderung mengabaikan
  
3. Orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri

Beginilah Firman Tuhan, “ Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari Tuhan ( Yeremia 17 : 5 )

4. Orang yang memberitakan Injil lain

Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. ( Galatia 1 : 8 )

Akhir jaman akan banyak orang yang memberitakan Injil, namun isi beritanya atau pemberitaannya membawa pengajaran sesat. Makanya sangat penting sekali untuk mendalami dan memahami Alkitab secara pribadi maupun bimbingan.

5. Memberi persembahan yang cacat

Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa. ( Maleakhi 1 : 14 )

Tuhan Yesus membayar kutuk, supaya yang percaya kepada-Nya tidak terkutuk, tetapi diberkati
Tuhan telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis “ Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib !” ( Galatia 3 : 13 )

“Marilah buat hidup kita semakin dekat dengan Tuhan dan senantiasa menyenangkan hati Tuhan. Dan menjadi anak-anak Tuhan yang diberkati serta jauh dari kutuk.” Amin (GBIS Nusukan Solo)


Minggu, 09 September 2012

Tuhan Mengubah Kutuk Jadi Berkat bag 1


TUHAN MENGUBAH KUTUK JADI BERKAT (bagian  1)

Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. ( 2 Korintus 4 – 18 )
Yabes dari bahasa Ibrani artinya “ Dia membuat sakit ”. Nama Yabes adalah nama yang diberikan ibu kepada anaknya, katanya “ Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan ”. Karena ibunya maka Yabes harus menderita seumur hidup karena namanya tersebut. Orang jaman dahulu jika memberi nama anaknya sesuai keadaan dan kondisi, seperti yang lagirnya hari senin diberi nama senin, jika lahirnya dibulan Agustus diberi nama Agus. Jika anak kelihatan bodoh diberi nama si Bodo. Bila arti nama tidak baik, akan menyakitkan dan menjadi sebuah kutukan.

            Bagaimana mengubah kutukan menjadi berkat ?
Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. ( 2 Korintus 4 : 16 )
Yabes tidak tawar hati terhadap apa yang terjadi dan apa yang dikatakan manusia, karena Yabes melihat janji Allah, Yabes memperhatikan yang tidak kelihatan, yaitu Firman Tuhan.
Firman Tuhan : Jehova Rafah, Jehova Jireh, Jehova shallom.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. ( 2 Korintus 4 : 18 )

Kekuatan iman percaya kepada Allah dengan memegang ( mempercayai Allah ) memberi kekuatan dan kemampuan menolak kutuk dan menerima berkat. Orang yang bersandar pada kekuatan dan mengandalkan manusia akan mendapat kutuk dari Allah. Mengapa allah mengijinkan kutuk ? jawabannya adalah karena allah ingin memberkati umat-Nya.
Karena mereka tidak menyongsong orang Israel dengan roti dan air, malah mengupah Bileam melawan orang Israel supaya dikutukinya. Tetapi Allah kami mengubah kutuk itu menjadi berkat. ( Nehemia 13 : 2 )

Mari kita senantiasa memegang ketetapan-ketetapan Allah dan selalu menaruh iman kepercayaan kita kepada Tuhan. Amin

-         Bacaan minggu ini : 1 Tawarikh 4 : 8 – 10 dan 2 Korintus 4 : 1 - 18


Selasa, 04 September 2012

Memiliki Hasil yang Melimpah



MEMILIKI HASIL YANG BERTAMBAH

Barulah pada tahun yang kelima kamu boleh memakan buahnya, supaya hasilnya ditambah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu.  ( Imamat 19 : 25 )
Pada dasarnya Allah kita adalah allah yang tidak pernah puas dengan anak-anak-Nya. Jangan saudara pandang negatif bahwa Allah berarti kecewa terhadap anak-anak-Nya. Bukan !!! Jadi artinya ? artinya, Allah mau kita mengalami hasil yang bertambah dalam hidup ini.

Tuhan mau kita bertambah-tambah, tetapi ada syaratnya.

            1. Jangan sombong
Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." ( Yakobus 4 : 6 )
Persoalannya seringkali ketika kita diberkati, kita bukannya sadar, bukannya makin dekat dengan Tuhan, bukannya makin bersyukur, bukannya makin takut kepada Tuhan, bukannya makin setia kepada Tuhan, tetapi kita mulai sombong, Hal inilah yang membuat Tuhan tidak suka. Tuhan bisa memberi, tetapi Tuhan juga bisa mengambil. Dimana Tuhan lihat ada kerendahan hati, Dia lepaskan berkat, tetapi dimana Dia melihat ada kesombongan, Dia akan mengambil berkat dari hidup kita.

            2. Tetap fokus kepada Tuhan dan pekerjaan-Nya.
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” ( Matius 6 : 33 )
Tuhan tidak mencari orang-orang yang fokusnya kepada kekayaan, keberhasilan, dan kesuksesan. Orang-orang demikian seringkali pada akhirnya jatuh dan menghalalkan segala cara untuk meraih hal-hal yang diinginkan. Tetapi carilah dulu kerajaan Allah beserta kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan bagi kita.

            3. Tidak lupa diri
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. ( Galatia 6 : 7 )
Jangan sampai kita lupa diri, karena Allah tidak dapat dipermainkan. Semua datang dari Tuhan, kita harus kembali berjalan dijalan Tuhan, maka Tuhan akan memberkati kita.
           

4. Terus mau belajar
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. ( Matius 11 : 29 )
Apapun yang Tuhan ijinkan terjadi, apakah menyenangkan atau tidak, pasti ada maksud Tuhan. Maksudnya, dibalik semua itu, kita makin mengenal Tuha, makin maju, makin dewasa, serta makin disempurnakan dalam kasih karunia-Nya.

“ SELAMAT MENIKMATI KASIH KARUNIA DAN BERKAT YANG TUHAN BERIKAN BUAT KITA, SERTA MENGUCAP SYUKUR SENANTIASA”